JLLB Dikebut, DPRD Surabaya Ingatkan Target Waktu Jangan Korbankan Kualitas

SURABAYA ( KabarJawatimur) — Proyek Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya terus dikebut untuk mempercepat terbukanya akses baru di wilayah Surabaya Barat. DPRD Kota Surabaya meminta pembangunan jalan senilai sekitar Rp300 miliar tersebut tidak sekadar mengejar target penyelesaian, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi dan integrasi dengan jaringan jalan yang sudah ada.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Golkar, Achmad Nurdjayanto, berharap pembangunan JLLB dapat rampung sesuai jadwal yang ditetapkan. Menurutnya, percepatan proyek harus tetap diiringi dengan pengerjaan sesuai spesifikasi teknis.

“Kami berharap penyelesaian proyek sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan agar nantinya proyek tersebut manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kota Surabaya,” ujar Achmad, Selasa (25/8/2026).

Ia menilai keberadaan JLLB sangat dibutuhkan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Surabaya Barat. Jalur tersebut nantinya juga diharapkan menjadi akses alternatif bagi kendaraan berat dan angkutan logistik.

“Dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat Surabaya Barat dalam mengurai kemacetan,” katanya.

Achmad juga mengingatkan agar konektivitas JLLB dengan jalan eksisting dan kawasan permukiman menjadi perhatian sejak tahap pembangunan.

“Integrasi pengaturan ruas jalan harus diperhatikan nantinya, agar ruas jalan tersebut dapat terintegrasi dengan permukiman warga,” tegasnya.

Selain konektivitas, kualitas konstruksi juga menjadi perhatian DPRD. Achmad meminta seluruh pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang telah disepakati.

“Kualitas pengerjaan proyek harus sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati,” ujarnya.

JLLB nantinya akan menghubungkan kawasan Sememi, Gelora Bung Tomo (GBT), hingga Teluk Lamong. Proyek ini ditargetkan rampung pada Juli 2027.

Pada 2026, pembangunan difokuskan pada ruas Raya Sememi-Simpang Romokalisari sepanjang sekitar 1,65 kilometer. Kehadiran jalur tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas Surabaya Barat sekaligus mengurangi beban kendaraan berat dan angkutan logistik di jalan arteri dalam kota.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *