LUMAJANG (Kabarjawatimur.com) – PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya terus memperkuat komitmennya. Melalui Kick Off dan Sosialisasi Pande Emas di Lumajang. Ini dalam rangka memberdayakan pengrajin emas sekaligus mendukung pengembangan ekosistem bullion service melalui program Pande Emas.
Kegiatan ini dihadiri dan didampingi oleh jajaran PT Pegadaian Kanwil Surabaya bersama Kantor Area Probolinggo. Dari Kanwil Surabaya hadir Fajar Yudi Akmoko selaku Kepala Bagian TJSL Kanwil Surabaya. Sementara dari Kantor Area Probolinggo hadir Nurhayanto selaku Deputy Bisnis Area Probolinggo.
Pande Emas merupakan inisiatif Creating Shared Value (CSV) PT Pegadaian yang berfokus pada pemberdayaan pengrajin emas sebagai bagian dari upaya membangun dan memperkuat ekosistem bullion service. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengrajin, tetapi juga menciptakan nilai bersama melalui penguatan kapasitas dan keberlanjutan usaha pengrajin emas.
Melalui program tersebut, Pegadaian berupaya memperkuat eksistensi pengrajin emas sekaligus mendukung layanan after sales dalam pemeliharaan nilai BJDPL. Dalam implementasinya, Pande Emas menyediakan berbagai layanan, meliputi reparasi, restorasi, dan customisasi perhiasan emas.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, menyampaikan bahwa program Pande Emas merupakan bagianj dari langkah Pegadaian dalam membangun ekosistem emas yang memberikan manfaat bagi berbagai pihak, khususnya para pengrajin emas di daerah.
“Pande Emas menjadi salah satu wujud komitmen Pegadaian dalam menciptakan nilai bersama melalui pemberdayaan pengrajin emas. Kami berharap kehadiran program ini dapat memperkuat kapasitas dan eksistensi para pengrajin lokal, sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem layanan emas yang semakin terintegrasi. Lumajang memiliki potensi yang baik, sehingga kami optimistis program ini dapat berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Ahmad Zaenudin.
Sementara itu, Fajar Yudi Akmoko selaku Kepala Bagian TJSL Kanwil Surabaya menyampaikan bahwa keberadaan Pande Emas diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi antara Pegadaian dan para pengrajin emas, sekaligus memberikan peluang bagi pengrajin untuk terus berkembang.
“Program Pande Emas merupakan bentuk komitmen Pegadaian untuk menciptakan nilai bersama dengan memberdayakan pengrajin emas. Kami berharap program ini dapat memperkuat eksistensi pengrajin lokal sekaligus mendukung kebutuhan layanan purna jual Pegadaian,” ujar Fajar.
Saat ini, program Pande Emas telah dikembangkan di 8 Kantor Wilayah Pegadaian, yaitu Balikpapan, Makassar, Manado, Bandung, Denpasar, Semarang, Surabaya, dan Palembang.
Untuk wilayah Kanwil Surabaya, Kabupaten Lumajang menjadi titik ketujuh dalam rangkaian pelaksanaan Kick Off dan Launching Pande Emas. Pemilihan Lumajang sebagai salah satu titik pengembangan diharapkan dapat semakin membuka ruang kolaborasi dengan para pengrajin emas di daerah serta memperkuat ekosistem industri emas di wilayah tersebut.
Melalui Kick Off dan Sosialisasi Pande Emas ini, Pegadaian Kanwil XII Surabaya berharap sinergi bersama para pengrajin emas dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah Pegadaian dalam menghadirkan ekosistem layanan emas yang semakin terintegrasi, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (KJ9)

