Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kota Surabaya mulai menata kekuatan internal melalui konsolidasi pengurus baru masa bakti 2026–2031. Agenda ini diklaim sebagai langkah awal memperkuat mesin partai menghadapi kontestasi politik menuju Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Surabaya, Muhammad Farid Afif, menegaskan bahwa fokus utama kepengurusan periode ini adalah penguatan kaderisasi dan manajemen kepemimpinan. Namun, di tengah klaim penguatan internal tersebut, publik menanti sejauh mana konsolidasi ini benar-benar berdampak pada kinerja politik di tingkat akar rumput.
“Dalam kepengurusan ini kita akan fokus pada kaderisasi dan manajemen kepemimpinan,” ujarnya, Senin (22/6).
Afif juga menyampaikan target politik PKB Surabaya untuk tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan pada Pemilu 2029. Target tersebut dinilai ambisius, namun akan sangat bergantung pada konsistensi kerja organisasi di lapangan, bukan sekadar penataan struktur.
“Target kami PKB Surabaya tetap menjadi kekuatan politik yang sukses dan berjaya pada Pemilu 2029, serta mampu menjawab berbagai agenda politik ke depan,” katanya.
Konsolidasi perdana ini juga disebut sebagai momentum penyatuan kepengurusan hasil keputusan tim formatur DPW PKB. Afif menegaskan bahwa yang diundang adalah pengurus yang tercantum dalam SK DPC PKB Surabaya, menandakan upaya penegasan struktur resmi di internal partai.
“Di konsolidasi pertama hari ini, kita melakukan ta’aruf bersama hasil keputusan tim tujuh penataan dari tim formatur DPW yang sudah disepakati bersama bahwa yang kita undang adalah yang masuk dalam SK DPC PKB Kota Surabaya,” jelasnya.
Sejumlah tokoh hadir dalam konsolidasi tersebut, termasuk mantan Ketua DPC PKB Surabaya yang juga Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafa Rouf, serta para senior partai lainnya. Kehadiran mereka dipandang sebagai sinyal dukungan, sekaligus upaya menjaga soliditas internal di tengah dinamika politik yang terus bergerak.

