Perkuat Sinergi, Rumah Yatim Kunjungi Kemenag RI untuk Optimalkan Dampak Zakat Bagi Umat

JAKARTA (KABARJAWATIMUR.COM) Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Rumah Yatim melakukan kunjungan resmi ke Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) pada Kamis (18/6/26). Pertemuan yang berlangsung di Gedung Kemenag RI, Jalan M. H. Thamrin No. 6, Jakarta ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memaparkan kontribusi nyata Rumah Yatim dalam mengatasi berbagai masalah sosial keagamaan di Indonesia.

Dalam pemaparannya, pihak Rumah Yatim menjelaskan capaian dan dampak positif dari keterlibatan mereka mendukung program strategis pemerintah. Kontribusi tersebut berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat yang diimplementasikan langsung di 25 titik Kampung Zakat serta di 18 titik Kantor Urusan Agama (KUA).

Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur beserta jajaran timnya. Sementara itu, dari pihak Rumah Yatim hadir Direktur Utama Nugroho Bejo Wismono, Wakil Direktur Abdurrahman, Direktur Program Iwan Nurfahrudin, serta Direktur Sosialisasi dan Penghimpunan Sani Ramdani.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program-program pengelolaan zakat agar sejalan dengan agenda nasional dalam mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Rumah Yatim berharap kerja sama yang harmonis dengan Kemenag RI dapat terus ditingkatkan.

Direktur Sosialisasi dan Penghimpunan Rumah Yatim, Sani Ramdani, menegaskan pentingnya penguatan sinergi ini agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan merata oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan kedepannya Rumah Yatim bisa lebih optimal kembali dalam memberikan dampak zakat di masyarakat. Kami juga berharap bisa tetap bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Serta, kami mendukung penuh agar Kemenag selaku regulator bisa menjahit semua program-program dan dampak zakat yang ada dan sudah dilakukan oleh organisasi-organisasi zakat di Indonesia agar menjadi satu kekuatan besar bagi kemaslahatan umat,” ujar Sani Ramdani saat memberikan keterangan dalam pertemuan tersebut.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara Kemenag RI dan Rumah Yatim untuk terus mengawal standarisasi program ekonomi berbasis zakat, sehingga intervensi terhadap masalah sosial keagamaan di masa depan dapat berjalan dengan lebih terukur dan berkesinambungan. (KJT)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *