Portal Perumahan Hambat Akses Sekolah, Laila Mufidah Usul Dibuka Saat Jam Sekolah

SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) — Penutupan portal akses jalan menuju SDN Rungkut Menanggal 2 di kawasan Perumahan Rungkut Menanggal Harapan menuai keluhan warga. Keluhan tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, yang menilai kondisi itu menyulitkan masyarakat, terutama siswa dan orang tua yang mengantar anak ke sekolah.

Menurut Laila, penutupan portal membuat warga harus memutar lebih jauh untuk mencapai sekolah. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat menuju SDN Rungkut Menanggal 2.

Ia menjelaskan, portal itu awalnya dipasang saat masa pandemi COVID-19 sebagai upaya membatasi keluar-masuk kawasan perumahan. Namun hingga kini, setelah pandemi berakhir, portal tersebut belum juga dibuka kembali.
Saat meninjau lokasi pada 23 Februari lalu, Laila melihat langsung kondisi portal yang masih tertutup.

“Ini menyulitkan warga. Padahal jalan tersebut akses utama. Kasihan kalau anak-anak harus memutar jauh untuk sampai ke sekolah,” ujar Laila dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Pihak perumahan sebelumnya menyampaikan telah menyediakan jalur kecil bagi warga. Namun jalur tersebut masih terhalang besi pembatas sehingga sepeda motor tidak bisa melintas dan hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki.

Menurut Laila, kondisi itu belum menjadi solusi ideal karena tetap menyulitkan orang tua yang mengantar anak ke sekolah menggunakan kendaraan.

Ia juga menegaskan tidak menyalahkan pihak perumahan yang menutup portal demi alasan keamanan lingkungan, seperti mencegah pencurian kendaraan bermotor. Meski demikian, menurutnya perlu ada solusi yang lebih baik agar kepentingan warga tetap terakomodasi.

Usai peninjauan, Laila mengaku sempat kembali berkomunikasi dengan warga Rungkut Menanggal. Namun hingga kini portal tersebut masih tetap ditutup. Karena itu, ia kembali menyuarakan aspirasi warga agar segera ditemukan jalan keluar.

Laila mengajak semua pihak untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan tanpa merugikan salah satu pihak. Menurutnya, penyelesaian terbaik adalah dengan duduk bersama antara pihak perumahan, warga, serta unsur RT dan RW.

“Permasalahan seperti ini sebaiknya diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Semua warga berhak mendapatkan akses yang layak di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Sebagai solusi sementara, Laila mengusulkan agar portal dibuka pada jam-jam tertentu, misalnya pada pagi hari saat anak-anak berangkat sekolah dan siang hari ketika mereka pulang.

Skema tersebut dinilai dapat memudahkan akses warga sekaligus tetap menjaga keamanan lingkungan.

“Kuncinya ada pada komunikasi dan itikad baik dari semua pihak. Mari bareng-bareng menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. Bareng-bareng njogo Suroboyo, rek,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *