10 Remaja Putri Diduga Lakukan Bullying, Ibu Korban Lapor Polrestabes Surabaya

SURABAYA,(Kabarjawatimur.com)– Ajeng Putri Sumarni, warga Simokerto, melaporkan 10 remaja putri ke polisi karena melakukan bullying terhadap putrinya. Ia tak terima anaknya menjadi korban serangkaian bully.

Para pelaku adalah teman satu klub futsal anaknya dan tinggal berdekatan sebagai tetangga. Masalah ini bermula sejak Agustus lalu ketika sepatu anaknya dipinjam salah satu teman, kemudian korban dituduh merusaknya padahal tidak melakukan hal tersebut.

Peristiwa pertama terjadi pada 19 Desember 2025 di rel kereta api depan SMA Triyasa. Anaknya dipanggil oleh beberapa teman, meski sudah menjelaskan tidak bersalah tetap ditampar, diancam jika memberitahu orang tua, dan handphonenya dirampas.

Pada 22 Desember 2025, anaknya kembali dipanggil ke lokasi yang sama oleh delapan pelaku. Korban disalahkan baik menjawab maupun diam, lalu ditampar berkali-kali dan handphonenya kembali dirampas.

Pada 30 Desember 2025 malam, anaknya diajak bertemu lalu ditampar, dijendul hingga jatuh, bahkan ditampar pakai sandal. Seluruh kejadian divideo dan korban mengalami lebam.

Video tersebut diunggah di status WhatsApp, kemudian dilihat oleh kader kampung yang mengirimkannya kepada Ajeng. Ia akhirnya melapor ke polisi dengan melampirkan visum, rekaman video, dan saksi sebagai alat bukti.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban sering menangis, mengalami pelecehan verbal seperti “goblok” dan “gak mikir”, serta sering diminta uang atau membayar barang oleh salah satu pelaku yang berdalih meminjam tapi tidak mengembalikan.

“Pelaku juga menyuruh korban membayar sisanya jika uangnya tidak cukup, dengan frekuensi yang sering,” kata orang tua korban.

“Saya sudah melaporkan ke Polrestabes dengan bukti nomor 246/1/RES 1 24/2026/Satreskrim,” imbuh ibu korban.

Kasus awalnya dilaporkan ke Polsek Simokerto, kemudian dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya karena berkaitan dengan anak. Kasus masih dalam tahap penyelidikan.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *