JAKARTA – Perpaduan warisan budaya dan kreativitas fashion kontemporer mewarnai gelaran Dewi Fashion Knight 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Melalui kolaborasi Studio Jeje Homme dan Bie Hin Tailor, koleksi bertajuk “Wahyu Keprabon” hadir membawa interpretasi baru terhadap nilai-nilai tradisional dalam balutan busana modern.
Koleksi yang dipresentasikan pada 2 November 2026 tersebut mengusung tema traditional heritage. Sebanyak 12 tampilan busana diperkenalkan sebagai eksplorasi visual terhadap kekayaan budaya dan estetika tradisional yang diterjemahkan ke dalam karya fashion kontemporer.
Dalam kolaborasi ini, Studio Jeje Homme bersama Bie Hin Tailor menggandeng stylist Rama untuk mengembangkan keseluruhan koleksi. Bie Hin Tailor bertanggung jawab pada konstruksi busana, sedangkan pengembangan desain dan interpretasi kreatif dilakukan bersama Studio Jeje Homme dan Rama.
Menariknya, “Wahyu Keprabon” tidak dipresentasikan melalui format peragaan busana konvensional. Para model dan muse menampilkan setiap koleksi di dalam ruang yang ditata menyerupai instalasi visual. Konsep tersebut memberikan kesempatan kepada para tamu undangan untuk mengamati detail dan karakter setiap busana secara lebih dekat.
Nuansa heritage semakin terasa ketika para model dan muse kemudian diarahkan menuju ruang arca Museum Nasional Indonesia. Latar yang sarat nilai sejarah dan warisan budaya itu memberikan dimensi visual tersendiri sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui koleksi “Wahyu Keprabon”.
Presentasi tersebut turut melibatkan Morgan Oey dan Jourdy Pranata sebagai muse. Sejumlah tamu undangan dari industri fashion juga hadir, mulai dari stylist, desainer, pemilik brand ternama, hingga figur publik dan artis papan atas.
Bagi Bie Hin Tailor, keterlibatan dalam Dewi Fashion Knight 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas representasi craftsmanship dan menunjukkan kemampuan konstruksi busana dalam ekosistem industri fashion yang lebih luas.
Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa keahlian tailoring memiliki peran penting dalam membangun karakter sebuah karya fashion. Tidak hanya berkaitan dengan teknik menjahit, tetapi juga menjadi bagian dari proses kreatif dalam menerjemahkan gagasan desain menjadi busana yang memiliki identitas.
Ke depan, Bie Hin Tailor berharap dapat terus terlibat dalam berbagai kolaborasi kreatif dengan brand dan pelaku industri fashion Indonesia. Bie Hin juga membuka peluang untuk menghadirkan fashion show secara mandiri dalam gelaran Dewi Fashion Knight mendatang.
Melalui “Wahyu Keprabon”, Studio Jeje Homme dan Bie Hin Tailor mempertemukan tradisi, keterampilan tailoring, dan eksplorasi kreativitas dalam satu panggung. Sebuah kolaborasi yang menghadirkan warisan budaya melalui perspektif fashion masa kini.

