SURABAYA – Persoalan genangan kembali menjadi keluhan warga Tambak Asri Cempaka 2, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan. Meski usulan pembangunan saluran air dan paving telah diajukan sejak 2025, hingga kini pembangunan tersebut belum juga terealisasi.
Keluhan itu disampaikan warga saat Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PAN, Zuhrotul Mar’ah, menggelar reses Tahun Ketiga Masa Persidangan Pertama Tahun Anggaran 2026 di wilayah RT 6/RW 6 Tambak Asri Cempaka 2, Kamis (1/10/2026).
Reses tersebut dihadiri pengurus RT dan RW, Kader Surabaya Hebat (KSH), Karang Taruna, tokoh masyarakat serta warga setempat.
Dalam forum penjaringan aspirasi itu, warga berharap persoalan infrastruktur dasar di kampung mereka tidak berhenti pada survei dan pengukuran. Sebab, usulan pembangunan saluran air dan paving disebut telah beberapa kali disampaikan, bahkan pernah masuk dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
Zuhrotul Mar’ah mengakui penataan infrastruktur di Tambak Asri Cempaka memang memiliki tantangan tersendiri.
“Memang di Tambak Asri ini banyak kendalanya,” kata Zuhrotul seusai kegiatan reses.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut merupakan permukiman padat dengan gang yang relatif sempit. Selain itu, kondisi kontur tanah di sejumlah titik juga rendah dan tidak merata.
“Tadi kita lihat bagaimana kondisi kampung di sini, banyak yang tidak merata,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi persoalan ketika hujan turun. Saluran air yang belum tertata dengan baik membuat air berpotensi menggenang di lingkungan permukiman warga.
“Ketika memasuki musim hujan, secara otomatis akan ada genangan di kawasan Tambak Asri Cempaka,” jelasnya.
Zuhrotul menegaskan, persoalan tersebut sebenarnya bukan aspirasi baru. Pihaknya mengaku telah memasukkan usulan pembangunan melalui pokir pada 2025.
“Kita sudah pernah masukkan pokir di tahun 2025, namun sampai sekarang belum terealisasi,” katanya.
Menurutnya, dibutuhkan solusi dan penataan yang lebih komprehensif dari Pemerintah Kota Surabaya agar pembangunan saluran air maupun paving dapat disesuaikan dengan kondisi kawasan.
“Karena sampai saat ini belum ada pembangunan itu di wilayah RT 6 ini,” ujarnya.
Meski demikian, Zuhrotul memastikan aspirasi tersebut tidak akan dibiarkan berhenti. Ia menyatakan akan terus mengawal kebutuhan warga, terutama terkait persoalan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap lingkungan permukiman.
“Kami akan terus memperjuangkan aspirasi warga di sini,” tegasnya.
Anak Usia Sekolah Terkendala Akta Kelahiran
Tak hanya soal infrastruktur, reses tersebut juga mengungkap persoalan administrasi kependudukan. Seorang anak yang sudah memasuki usia sekolah dilaporkan terkendala dalam pengurusan akta kelahiran karena status pernikahan orangtuanya.
Zuhrotul mengatakan persoalan tersebut perlu segera dicarikan jalan keluar agar tidak menghambat hak anak untuk mendapatkan akses pendidikan dan dokumen kependudukan.
Menurutnya, perangkat kampung seperti RT, RW dan KSH dapat membantu melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan.
“Jadi harus ada koordinasi antara RT, RW maupun KSH dengan pihak kelurahan ikut membantu,” tuturnya.
Sedangkan terkait status pernikahan orangtua, Zuhrotul menyebut terdapat program isbat nikah yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya.
“Setiap tahun Pemerintah Kota Surabaya memiliki program isbat nikah. Itu bisa didaftarkan melalui kelurahan dan pasti akan dibantu,” jelasnya.
Warga: Sudah Disurvei, Tapi Belum Dibangun
Sementara itu, Ketua RT 6/RW 6 Kelurahan Morokrembangan, Ngatari, berharap aspirasi warga yang kembali disampaikan dalam reses kali ini benar-benar mendapat tindak lanjut.
“Terutama terkait usulan pembangunan saluran air dan paving di kampung kami ini,” ujarnya.
Ngatari mengatakan genangan menjadi persoalan yang berulang setiap kali musim hujan datang.
“Di sini pasti ada genangan air kalau musim hujan datang,” keluhnya.
Ia menuturkan, warga sebenarnya sudah mengajukan pembangunan saluran air dan paving sejak 2025. Bahkan, petugas telah datang melakukan survei sekaligus pengukuran di lokasi.
“Sudah pernah disurvei dan diukur-ukur, tapi sampai sekarang belum ada pembangunan,” pungkasnya.

