Samsat Manyar Kecolongan, Berkas Wajib Pajak dibawa Calo Viral

SURABAYA,(Kabarjawatimur.com) – Dugaan calo masih berkeliaran diarea Samsat Manyar terbukti. Salah satu wajib pajak yang diduga mengurus melalui calo berujung kehilangan berkas dan aksi tersebut diunggah ke media sosial.

Unggahan netizen tersebut akhirnya viral di Instagram tentang adanya kenakalan calo STNK di sekitaran Samsat Manyar menjadi perbincangan.

Unggahan aksi calo Samsat itu diketahui pada Senin (20/7/2026), dan sudah dilihat sebanyak 400 lebih juga berkomentar.

Unggahan dengan tayangan video yang direkam oleh seorang wanita mengaku sebagai wajib pajak (WP) Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK).

Rekaman video interaksi antara WP dan calo Samsat yang diketahui akrab dipanggil Gandos warga sekitaran makam Rangka, Simokerto, ini dituduh telah melarikan berkas STNK proses pengajuan mutasi keluar.

Dalam rekaman, wanita WP ini meminta agar sang Calo yang disebut Gandos segera mengembalikan berkas STNK dan uangnya. Namun dari pihak Gandos kebingungan sehingga menghubungi salah satu nama bernama Endang yang diketahui adalah kekasihnya Gandos.

“Sini kembalikan STNK saya kenapa kok tidak dikembalikan, saya mau saja habis berapa pun pengurusan mutasi surat saya (STNK), tapi kalau lama dan Tidak jelas tolong kembalikan saja,” kata wajib pajak dalam rekaman video.

Dengan viralnya di salah satu media sosial tentang debatnya antara wajib pajak dengan calo Samsat Timur, media ini mencoba mencari Nara sumber yang ada di sekitaran gedung pelayanan satu atap Samsat Manyar.

Panggilan akrab Emak Gorengan yang biasa berjualan keliling di sekitaran gedung Samsat Manyar memberikan keterangan bahwa tentang video di tayangan Instagram benar itu terletak di kantin Samsat Manyar yang berada di parkiran umum motor dan mobil.

“Kalau laki laki (Gandos) yang di media sosial itu adalah kekasihnya Endang yang mana keduanya memang kerap nongkrong di depan pintu masuk parkiran. Memang untuk parkiran motor dan mobil beda gedung dengan pelayanan pengurusan STNK di Samsat Timur” jelas Emak Gorengan, Selasa (21/7/2026).

Gedung pelayanan satu atap atau Samsat yang berada di wilayah Surabaya timur atau samsat Manyar, mempunyai gedung terpisah. Untuk gedung utama merupakan tempat pelayanan proses cetak STNK, yang terdapat tiga institusi antara lain Dispenda, Polri dan Jasa Raharja.

Sedangkan gedung yang berada di samping gedung utama, merupakan gedung yang digunakan untuk kantin dan parkiran mobil motor. Dari info yang beredar gedung samping merupakan tempat nongkrong para biro jasa liar atau calo.

“Memang para calo kerap nongkrong di lahan parkiran dan Kedung kantin, mereka kadang ngawur dan kalau kasus seperti ini sering terjadi, yang saya ketahui seperti itu,” tutup emak gorengan.

Sedangkan dari peristiwa proses mutasi keluar STNK yang diduga ada unsur penipuan, Harian Bangsa mencoba konfirmasi kepada pihak petugas Samsat Manyar atau Surabaya Timur.

Salah satu petugas berinisi SH memberikan keterangan singkat, “kalau gak salah kasus itu dilaporkan ke Polrestabes Surabaya,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Sedangkan secara resmi tentang kebenaran kasus tersebut pihak Perwira Administrasi (Pamin) IPTU Wawan, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *