Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan Muhammad Faridz Afif atau yang akrab disapa Gus Afif sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Surabaya masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Surabaya yang digelar beberapa waktu lalu.
Keputusan DPP tersebut menandai dimulainya babak baru kepemimpinan PKB Surabaya. Gus Afif yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua Komisi B DPRD Surabaya dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan dari Musyafak Rouf.
Mengemban amanah baru tersebut, Gus Afif menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab partai dengan penuh kesungguhan. Baginya, setiap kader PKB harus siap menerima mandat organisasi demi menjaga keberlangsungan perjuangan partai.
“Sebagai kader partai, tentu saya harus selalu siap. Ini adalah amanah yang harus saya emban, saya jaga, dan saya jalankan sebaik-baiknya sesuai dengan arahan serta perintah partai,” ujar Gus Afif.
Usai menerima konfirmasi resmi dari DPP PKB, Gus Afif langsung bergerak melakukan silaturahmi politik dengan sejumlah tokoh dan senior partai. Salah satu yang dikunjunginya adalah Musyafak Rouf, mantan Ketua DPC PKB Surabaya yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Timur.
Menurut Gus Afif, pertemuan tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan kepada senior, tetapi juga bagian dari proses transisi kepemimpinan serta upaya menjaga soliditas internal partai. Ia mengaku banyak memperoleh masukan berharga terkait langkah strategis yang perlu dilakukan ke depan.
“Saya menemui para tokoh partai, termasuk Cak Musyafak yang sudah saya anggap sebagai guru dan orang tua saya. Bagaimanapun beliau adalah guru bagi saya. Saya memohon arahan dan masukan untuk langkah-langkah yang akan kami lakukan ke depan,” katanya.
Selain menjalin komunikasi dengan para tokoh partai, Gus Afif juga mulai mengintensifkan koordinasi internal dengan jajaran pengurus di berbagai tingkatan. Konsolidasi dilakukan mulai dari tingkat DPC, PAC hingga ranting guna memastikan seluruh struktur partai bergerak dalam satu visi dan semangat yang sama.
Menurutnya, penguatan organisasi menjadi agenda prioritas dalam kepemimpinannya. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga soliditas kader sekaligus memperkuat posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kota Surabaya.
“Target politik 2029 tentu menjadi perhatian utama. Karena itu, konsolidasi harus segera kita jalankan agar seluruh elemen partai bergerak dalam satu barisan untuk menjaga dan meningkatkan kejayaan PKB di Surabaya,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, PKB Surabaya diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai agenda politik mendatang, termasuk Pemilu 2029. Konsolidasi internal, penguatan struktur partai hingga peningkatan kedekatan dengan masyarakat menjadi fokus utama yang akan dijalankan Gus Afif selama lima tahun ke depan.

