Reni Astuti Resmikan Sekolah Stand Up Paddle Surabaya, Dorong Generasi Muda Cintai Kalimas

SURABAYA – Sungai Kalimas bukan hanya menjadi bagian dari wajah Kota Surabaya, tetapi kini mulai tumbuh menjadi ruang olahraga, edukasi, dan pembinaan generasi muda. Melalui ajang Peneleh Riverside Piala Reni Astuti bertajuk “Stand Up Paddle Kalimas Wani Pantau Kondisi Kalimas”, semangat menjaga lingkungan berpadu dengan upaya mencetak atlet olahraga air.

Mengusung tema “Kalimas Bersih, Prestasinya Datang”, kegiatan yang digelar di kawasan Peneleh Riverside, Minggu (28/6/2026), menjadi momentum untuk mengenalkan olahraga Stand Up Paddle (SUP) sekaligus mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan Sungai Kalimas.

Kegiatan tersebut diikuti komunitas Stand Up Paddle, pelajar, guru olahraga, hingga masyarakat yang antusias melihat perkembangan olahraga air yang mulai berkembang di Kota Surabaya.

Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, yang hadir sekaligus membuka kegiatan, mengapresiasi langkah pembinaan olahraga Stand Up Paddle di Surabaya. Menurutnya, olahraga ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini kegiatan yang sangat menarik. Anak-anak tidak hanya berolahraga, tetapi juga belajar mencintai sungai karena aktivitas mereka dilakukan langsung di Kalimas. Semangatnya sangat bagus, Kalimas Bersih, Prestasinya Datang,” ujar Reni.

Ia menilai Stand Up Paddle memiliki banyak nilai positif, mulai dari melatih keseimbangan, keberanian, disiplin, konsentrasi hingga kerja sama. Karena itu, olahraga ini dinilai tepat untuk dikenalkan kepada pelajar sebagai aktivitas yang sehat dan edukatif.

Reni juga mengapresiasi sejumlah sekolah yang mulai mengenalkan olahraga tersebut kepada siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun pembinaan olahraga.

“Di sini kita lihat anak-anak aktif bergerak, berinteraksi, dan belajar mencintai lingkungan. Tidak hanya terpaku pada gadget, tetapi mereka punya ruang untuk berkembang,” katanya.

Menurut Reni, Surabaya memiliki potensi besar untuk mengembangkan olahraga air, terutama karena memiliki kawasan sungai seperti Kalimas yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik produktif.

Ia berharap Pemerintah Kota Surabaya terus memberikan dukungan terhadap berbagai cabang olahraga, termasuk olahraga rekreasi yang berada dalam naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

“Olahraga yang memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi wadah pembinaan generasi muda harus terus didukung, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Reni Astuti juga secara resmi membuka Sekolah Stand Up Paddle Surabaya, yang menjadi sekolah Stand Up Paddle pertama di Kota Surabaya.

“Alhamdulillah hari ini saya bangga dapat membuka Sekolah Stand Up Paddle Surabaya. Ini bukan hanya tempat pembinaan olahraga air, tetapi juga ruang edukasi agar masyarakat semakin mencintai sungai, khususnya Kalimas,” ucapnya.

Ia memberikan apresiasi kepada komunitas, pelatih, relawan, serta seluruh pihak yang berinisiatif menghadirkan sekolah tersebut.

“Semoga dari sini lahir atlet-atlet Stand Up Paddle yang mampu membawa nama Surabaya, Jawa Timur, bahkan Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Stand Up Paddle Kota Surabaya, Bambang Udi Ukoro, menjelaskan kegiatan Peneleh Riverside Piala Reni Astuti merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet.

Saat ini, kata Bambang, terdapat sekitar enam klub Stand Up Paddle yang aktif berlatih di kawasan Peneleh hingga sepanjang aliran Sungai Kalimas menuju Simpang Dukuh.

“Dari latihan rutin ini kami berharap lahir atlet-atlet baru yang mampu berprestasi di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.

Selain melalui komunitas, pembinaan juga mulai dilakukan melalui sekolah. Beberapa sekolah seperti SMA Negeri 17 Surabaya dan SMA Trimurti telah mengirimkan guru olahraga serta siswa untuk mengikuti pelatihan dasar Stand Up Paddle.

Target ke depan, pihaknya berharap semakin banyak sekolah yang bergabung dalam program pembinaan tersebut.

“Kami ingin menghadirkan budaya baru di Kalimas. Sungai bukan hanya dilihat sebagai aliran air, tetapi menjadi ruang olahraga, edukasi, dan pembinaan karakter. Kalau sungai bersih, masyarakat nyaman beraktivitas, atlet bertambah, maka prestasi juga akan datang,” tutur Bambang.

Melalui kegiatan ini, Stand Up Paddle diharapkan tidak hanya menjadi olahraga prestasi, tetapi juga gerakan bersama untuk menjaga lingkungan dan menjadikan Sungai Kalimas sebagai ruang positif bagi masyarakat Surabaya.

Semangat “Kalimas Bersih, Prestasinya Datang” menjadi pesan bahwa olahraga dapat menjadi jalan untuk menciptakan generasi muda yang sehat, aktif, peduli lingkungan, sekaligus berprestasi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *