BKMS Dorong Kawasan Industri Berkelanjutan dengan Tata Kelola Lingkungan Berbasis Data

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) terus memperkuat tata kelola lingkungan sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan industri yang berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui monitoring lingkungan berbasis data, rehabilitasi ekosistem pesisir, hingga pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah.

Komitmen itu ditunjukkan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang melibatkan Pemkab Gresik, akademisi, tenant kawasan, dan masyarakat pesisir.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Guru Besar Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Prof. Eddy Setiadi Soedjono, menambahkan pengelolaan lingkungan harus didasarkan pada data dan monitoring jangka panjang. Penilaian kondisi lingkungan, katanya, tidak bisa hanya mengacu pada satu parameter atau satu kali pengamatan.

Sebagai bentuk implementasi, JIIPE secara rutin memantau kualitas lingkungan menggunakan hasil uji laboratorium terakreditasi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 sebagai dasar evaluasi pengelolaan kawasan.

Pada momentum tersebut, JIIPE bersama para pemangku kepentingan juga menanam 1.000 bibit mangrove, melepas 1.000 benih ikan, serta 100 benih kepiting di kawasan Kalimireng.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gresik Arief Witjaksono berharap program itu mampu meningkatkan produktivitas sumber daya perikanan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.

Selain rehabilitasi ekosistem, JIIPE juga memperkuat infrastruktur lingkungan dengan mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R). Ke depan, fasilitas tersebut akan dikembangkan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Direktur PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) JIIPE, Bambang Soetiono, mengatakan daya saing kawasan industri kini tidak hanya ditentukan oleh investasi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas tata kelola lingkungannya.

“Karena itu kami terus memperkuat monitoring berbasis data, mengembangkan infrastruktur lingkungan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, tenant, dan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan kawasan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Reporter : Azharil Farich

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *