Reses Agoeng Prasodjo di Simomulyo Baru, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur hingga Pendidikan

Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Fraksi Golkar, Agoeng Prasodjo menggelar kegiatan reses di Simo Pomahan Baru RT 10 RW 05, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.

Berbagai usulan mulai dari kebutuhan infrastruktur, bantuan sosial, pendidikan hingga persoalan administrasi kependudukan disampaikan langsung kepada legislator Partai Golkar tersebut.

Kristiono selaku pengurus RT menyampaikan sejumlah kebutuhan warga, di antaranya bantuan modal UMKM tanpa jaminan, bantuan bak sampah, bantuan terop, seragam Dawis untuk 15 orang, hingga pemasangan paving lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, Agoeng Prasodjo juga langsung memberikan bantuan uang kepada kelompok Dawis sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap kegiatan warga di lingkungan setempat.

Sementara itu, Setyo Sri Ningsih mengeluhkan proses pendaftaran sekolah yang terkendala akibat kartu keluarga (KK) terblokir setelah rumah sebelumnya dijual. Ia juga mengaku mengalami kesulitan saat mengurus administrasi di tingkat kelurahan.

Keluhan serupa juga disampaikan Endang terkait nasib anak dengan KK lama di RT 02 RW 02 yang disebut masih terkendala akibat status rumah yang telah dijual sehingga berdampak pada administrasi kependudukan.

Persoalan pendidikan menjelang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 turut menjadi perhatian warga. Diana, warga RT 04, menyampaikan kendala saat mendaftarkan kuliah akibat perubahan data desil kesejahteraan sosial yang disebut mengalami kenaikan.

Di sektor pembangunan lingkungan, Tofan dari RT 08 mengeluhkan usulan pembangunan gorong-gorong dan paving yang sudah beberapa kali disurvei namun belum juga direalisasikan. Ia juga menyinggung persoalan lahan fasilitas umum (fasum) yang disebut telah diambil alih pihak tertentu.

Selain itu, warga lain turut menyampaikan keluhan terkait paving dan saluran lingkungan yang hingga kini belum mendapatkan realisasi pembangunan.

Tak hanya itu, Fatchur Rachman dari RT 06 juga berharap adanya bantuan renovasi TPQ karena kondisi bangunan yang mulai rusak akibat dimakan rayap.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Agoeng Prasodjo menegaskan dirinya langsung melakukan komunikasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di hadapan warga guna mempercepat tindak lanjut persoalan yang disampaikan masyarakat.

Agoeng langsung Gerak cepat melakukan kontak langsung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) terkait persoalan KK terblokir yang berdampak pada proses pendaftaran sekolah warga. Selain itu, ia juga menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait permohonan bantuan bak sampah bagi lingkungan warga.

Tak hanya itu, Agoeng juga berkomunikasi dengan Lurah Simomulyo Baru terkait berbagai persoalan administrasi dan lingkungan, serta menghubungi Dinas Sosial guna meminta dilakukan survei ulang terkait perubahan data desil warga yang dikeluhkan masyarakat.

“Saya tadi langsung kontak di depan warga agar persoalan yang disampaikan bisa segera mendapat tindak lanjut. Mulai Dispenduk terkait KK terblokir, DLH soal bak sampah, komunikasi dengan lurah, hingga Dinsos untuk permohonan survei ulang perbaikan desil warga,” ujar Agoeng.

Menurutnya, reses bukan sekadar agenda menyerap aspirasi, namun juga momentum untuk menghadirkan solusi dan menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pemerintah kota.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *