Gara Gara Pinjol, Motif Pembunuhan Satpam di Pos Sukomanunggal Jaya Surabaya

SURABAYA – Motif Terungkap, usai Polisi Jatanras Polrestabes Surabaya menangkap pelaku pembunuhan satpam perumahan di kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya Blok D, Sukomanunggal, Surabaya.

Tersangka OA (26) mengaku nekat menghabisi korban yang masih sahabatnya DK (48) diduga karena terkait pinjaman online (pinjol).

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto, mengatakan, setelah pelaku ditangkap dan menjalani pemeriksaan, terungkap jika dugaannya karena terkait masalah pertanggungjawaban pembayaran pinjol.

“Pengakuan pelaku, motif pembunuhan itu terkait dengan permasalahan pinjol. Dimana tersangka pinjam pinjol,” kataKasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy, Selasa (12/5/2026).

AKB Edy menambahkan, menurut pengakuan tersangka, uang dari pinjaman pinjol itu digunakan berdua antara tersangka dan korban. Dalam perjalanan, ketika mereka berkomunikasi ada ketersinggungan berkaitan mungkin masalah pembayaran pinjol.

“Saat terlibat omongan antara keduanya masalah pertanggungjawaban dengan pembayaran pinjol itu. Adanya percekcokan itulah akhirnya tersangka melakukan pembunuhan korban dengan cara menusuk beberapa bagian tubuh korban,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya,
Satpam Ditemukan Tewas di Sukomanunggal Surabaya, Dugaan Korban Pembunuhan.

Dugaan kasus pembunuhan kembali terjadi di kota Surabaya, kali ini terjadi di Raya Sukomanunggal Jaya 107 Surabaya dengan korban penjaga perkantoran.

Korbannya diketahui bernama, Deki berusia 34 tahun warga Pesapen Surabaya Utara Jawa Timur.

Kompol M. Akhyar Kapolsek Sukomanunggal Surabaya menjelaskan, awal penemuan korban yang bekerja sebagai Satpam tersebut diketahui jika biasanya kalau lepas dinas selalu menaruh seragam Satpamnya di kantor tersebut dan juga diketahui lampunya kok menyala terus tidak dimatikan.

“Karena lampunya nyala terus, lalu temannya mengecek ke tempat musala kecil di situ karena korban ini memang taat sama agama. Dicek enggak ada, kemudian beralih ke pos Security kok didepannya itu ada bercak darah,” jelas Akhiyar, Senin (11/5/2026).

Korban juga terlihat tergeletak didalam pos, lalu kejadian tersebut dilaporkan ke polisi. Setelah petugas datang ke lokasi kejadian, terdapat luka enam tusuk dugaan dengan senjata tajam.

Luka tersebut terdapat di Leher sebelah kanan. Punggung sebelah kiri. Lengan sebelah kiri belakang. Sikut sebelah kiri. Dada sebelah kanan, dan perut sebelah kiri.

“Namun, barang yang diambil, hanya handphone saja, kendaraan milik korban tidak diambil oleh terduga pelakunya,” imbuh Akhiyar.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *