Anas Karno Soroti Penataan dan Kebersihan Lapak Hewan Kurban di Surabaya

Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno, meminta jajaran aparatur kelurahan untuk proaktif dan responsif dalam mengawali penataan lapak penjualan hewan kurban.

Sebagai pimpinan komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan, Anas menekankan pentingnya kehadiran negara di tingkat bawah untuk memastikan kota berjalan beriringan dengan perputaran ekonomi warga.

Langkah pengawasan ini ditinjau langsung oleh Anas saat mengunjungi lapak penjualan hewan kurban milik Pak Gani di kawasan Jl. Nginden Semolo pada Kamis (21/05/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Anas mendengarkan langsung dinamika ekonomi yang dihadapi pelaku usaha kecil. Pak Gani, pedagang yang sudah 30 tahun bertahan berjualan hewan kurban, mengungkapkan adanya penurunan omzet penjualan pada tahun ini.

“Tahun ini penjualan menurun karena faktor ekonomi, saat ini baru laku sekitar 60-an ekor. Pembeli yang datang sebagian besar pelanggan lama sejak saya masih menjualan di Baratajaya dulu. Di lokasi baru ini, masalahnya memang agak sepi mendekati hari H,” ujar Pak Gani.

Meski menghadapi tantangan ekonomi, Pak Gani secara mandiri berinisiatif menjaga kenyamanan warga organisasi padat di sekitar lapak.

“Setiap luka, bekas sisa pakan langsung kami gunakan untuk menutupi kotoran hewan agar mengurangi bau tajam. Yang paling utama adalah kami pamit, izin, dan selalu kula nuwun dengan warga sekitar,” jelasnya.

Melihat komitmen pedagang tersebut, Anas Karno menekankan bahwa inisiatif warga wajib diimbangi dengan pendampingan intensif dari birokrasi lokal.

Ia mengingatkan agar aparat kelurahan tidak sekadar menyelesaikan urusan di balik meja administratif. Lurah dan camat diharapkan turun memetakan kondisi riil agar tidak timbul polemik sosial di masyarakat.

“Keberadaan lapak ini sangat membantu perekonomian masyarakat kecil. Oleh karena itu, kelurahan harus hadir memberikan atensi penuh, bukan hanya soal izin lokasi.

Aparatur wilayah harus memastikan penempatan lapak aman, tidak memakan badan jalan, saluran air tetap berfungsi, dan pengelolaan limbahnya beres sejak awal,” tutur Anas Karno.

Melalui sinergi yang kokoh antara pengawasan kelurahan dan kepatuhan pedagang, Anas optimistis pelaksanaan Iduladha di Surabaya akan berjalan tertib, aman, dan khidmat.

“Pedagang kecil harus kita dukung agar tetap berdaya, namun aturan hukum dan estetika kota Surabaya juga wajib kita jaga bersama secara disiplin,” pungkas Anas. 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *