Surabaya ( Kabarjawatimur.com – Menyambut Hari Kartini 2026, Badan Otonom PKB, Perempuan Bangsa menggelar peringatan bertajuk “Return to Family” di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Darmo, Surabaya, Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi berkualitas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Gerakan Return to Family menekankan bahwa pengasuhan anak dan ketahanan keluarga bukan hanya tanggung jawab seorang ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga, termasuk ayah dan lingkungan sekitar.
Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin Iskandar, yang memimpin langsung aksi ratusan ibu-ibu tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
“Bagaimana kita memastikan lingkungan anak-anak ini aman, tumbuh kembang mereka bertumbuh optimal dengan baik, inilah yang menjadikan gerakan ini kita lakukan,” ujarnya.
Menurut Rustini, gerakan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi keluarga di tengah tantangan sosial yang terus berkembang. Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak larut dalam kesibukan maupun penggunaan media sosial hingga melupakan komunikasi dengan anak dan pasangan.
“Kita kadang bermain media sosial lalu melupakan tanggung jawab kepada anak, melupakan komunikasi dengan suami. Gerakan ini mengingatkan kita semua, termasuk suami, agar lebih perhatian kepada anak supaya tidak terjadi fatherless dalam keluarga,” tegasnya.
Sementara itu, Pembina Perempuan Bangsa Jawa Timur, Lilik Abdul Halim Iskandar, menilai pendidikan karakter anak sangat bergantung pada pola asuh dalam keluarga. Menurutnya, perempuan memegang peran penting dalam kemajuan bangsa.
“Apabila perempuan baik maka baiklah negaranya, apabila perempuan tidak baik maka tidak baiklah negaranya. Pendidikan karakter lebih banyak diperoleh dalam pendidikan informal yaitu keluarga,” pungkasnya.

