Bagian Situs Mejo Miring Diambil, Pelaku Mengaku Dapat Bisikan Gaib

Blitar(Kabarjawatimur.com)
Situs Mejo Miring yang berada di kawasan hutan jati milik Perhutani di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar diambil sejumlah orang.

Sejumlah batu bantalan yang menjadi bagian lantai situs dilaporkan hilang. Beberapa arca yang sebelumnya tertanam di sekitar lokasi juga diketahui telah dicabut dari dalam tanah.

Aksi perusakan situs ini mencuat ke publik setelah sebuah video amatir beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah pria diduga membongkar Situs Mejo Miring dengan menggunakan alat.

Kepala Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Budi Arif Rochman, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian pengambilan bagian situs sebenarnya sudah terjadi beberapa waktu lalu, namun baru kembali ramai setelah video pembongkaran viral di media sosial.

“Sebetulnya kejadian ini sudah agak lama. Namun kembali viral di media sosial. Siapa pelakunya kita sudah tahu, dari dinas juga sudah mengetahui,” ujar Budi.

Menurutnya, pemerintah desa telah berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan kesan pembiaran.

Pihak desa bahkan telah mendatangi para pelaku dan meminta agar benda-benda yang diambil segera dikembalikan.

“Sudah kita datangi pelakunya dan kita minta dikembalikan, tapi jawabannya tidak bisa. Alasannya karena ada bisikan gaib,” ungkapnya.

Budi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua orang pelaku utama, salah satunya merupakan warga setempat yang tempat tinggalnya tidak jauh dari lokasi Situs Mejo Miring. Ia juga menyebut kawasan tersebut memang kerap digunakan untuk aktivitas ritual.

“Yang diambil itu seperti lantai batu bagian situs. Dulu juga pernah diambil, tapi biasanya dikembalikan lagi setelah dimediasi. Namun yang terakhir ini sudah viral dan kondisinya memang seperti itu,” katanya.

Pemerintah desa bersama dinas terkait dan pihak berwenang kini telah melakukan konsolidasi serta mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Upaya pengembalian benda-benda situs serta langkah perlindungan lanjutan terus dibahas agar kerusakan Situs Mejo Miring tidak semakin meluas.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *