GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Petrokimia Gresik kembali mencetak 55 calon agronom melalui program “Taruna Makmur” Batch 8. Para lulusan ini akan langsung diterjunkan ke lapangan sebagai pendamping petani.
“Kehadiran Taruna Makmur diharapkan menjadi agen perubahan bagi petani,” kata Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus, dalam kegiatan Wirakarya Taruna Makmur di Gresik, Jawa Timur.
Ia menjelaskan, para peserta adalah mahasiswa aktif dari empat politeknik pertanian di Indonesia. Mereka telah mengikuti pembekalan di “Sekolah Makmur” milik perusahaan. Di lapangan, mereka bertugas membantu petani dalam penerapan budidaya yang baik, teknologi, serta peningkatan produktivitas.
“Program ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk mencetak SDM pertanian yang kompeten dan mendukung swasembada pangan,” ujar Johanes.
Regenerasi petani menjadi tantangan serius bagi Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lebih dari 70% petani berusia di atas 40 tahun, sementara petani muda (19-39 tahun) hanya sekitar 20%. Kondisi ini berpotensi memengaruhi ketahanan pangan nasional ke depan.
“Kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, dan industri adalah kunci membangun ekosistem pertanian yang modern dan berkelanjutan,” tegas Johanes.
Program Sekolah Makmur diinisiasi Petrokimia Gresik sejak 2022. Hingga Batch 8 ini, perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia itu telah meluluskan 373 Taruna Makmur.
Dalam program ini, mahasiswa politeknik pertanian direkrut untuk magang selama enam bulan sebagai agronom lapangan. Jumlah peminatnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Sinergi pendidikan vokasi dan industri mampu melahirkan talenta muda pertanian berkualitas. Ini adalah ruang pengabdian dan kontribusi nyata bagi masa depan pertanian Indonesia,” pungkas Johanes.
Reporter : Azharil Farich

