Utamakan Layanan, Kantor Polsek Tegalsari Pindah Pasca Dibakar Oknum Massa Demo

SURABAYA-,(Kabarjawatimur.com)- Pasca insiden pembakaran oleh oknum massa aksi demo terhadap bangunan cagar budaya Polsek Tegalsari, pada Minggu (31/8/2025), untuk tetap dapat melayani masyarakatnya, Kantor Polsek akan berpindah tempat sementara ke Kantor Kecamatan Tegalsari.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk menyiapkan lokasi pengganti sementara. Saat ini, ruang di kantor kecamatan digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Sementara ini masih menumpang di Kantor Bekas Bawaslu. Saya sudah koordinasi dengan Pak Walikota, apabila nanti ada gedung lain yang bisa digunakan, ya pindah ,” kata Luthfie, Kamis (4/9/2025).

Sementara Kapolsek Tegalsari, Kompol Rizky, menambahkan bahwa pihaknya juga menyiapkan kantor darurat di bekas kantor Bawaslu. Pembersihan dan penataan lokasi dilakukan agar pelayanan bisa segera dibuka kembali.

“Alhamdulillah, hari ini kami membersihkan kantor bekas Bawaslu. Setelah Polsek Tegalsari terbakar, kami diberi tempat untuk berkantor sementara,” ujarnya.

Menurut Rizky, layanan kepolisian yang akan dibuka mencakup pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), laporan kehilangan melalui SPKT, pelayanan Samapta, serta pelayanan lalu lintas. Sementara itu, tahanan dititipkan di Polrestabes Surabaya.

“Masyarakat bisa langsung datang ke Polsek Tegalsari sementara di Jalan Tanggulangin. Kami juga sudah siapkan peralatan penunjang seperti laptop dan printer agar layanan bisa berjalan,” jelas Rizky.

Terkait gedung lama Polsek Tegalsari yang terbakar, Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa proses perbaikan akan dikoordinasikan bersama Pemkot Surabaya. Pihaknya masih menunggu kepastian desain bangunan baru, apakah mempertahankan bentuk heritage atau dibangun dengan konsep baru.

“Tentu kita akan berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya. Apakah masih mempertahankan desain heritage seperti yang lama, atau dalam bentuk baru,” tegas Luthfie.

Gedung Polsek Tegalsari sendiri memiliki nilai sejarah panjang. Dibangun pada tahun 1920 dengan nama Politiebureau 2e Sectie Kaliasin Soerabaja, bangunan berbentuk heksagon itu merupakan satu-satunya di Surabaya. Atas keunikan dan sejarahnya, Pemkot Surabaya menetapkannya sebagai cagar budaya pada tahun 2015.

Namun, kini bangunan bersejarah tersebut luluh lantak akibat kobaran api dari aksi massa. Seluruh bangunan hangus, hanya menyisakan masjid disamping Mapolsek yang selamat dari amukan api.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *