BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Masalah kemiskinan di Kabupaten Bangkalan menjadi tantangan besar bagi kepala daerah yang baru dilantik, mengingat angka kemiskinan yang masih tinggi. Bahkan, Bangkalan menempati posisi kedua dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Timur, setelah Kabupaten Sampang.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, saat menghadiri serah terima jabatan (Sertijab) di Gedung DPRD Bangkalan, pada Selasa (04/03/2025) lalu.
Dalam kesempatan itu, Emil menekankan pentingnya penanganan serius terhadap kemiskinan yang masih membelit sebagian besar masyarakat Bangkalan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2024, persentase penduduk miskin di Bangkalan mencapai 18,66 persen, yang setara dengan sekitar 190.940 jiwa. Angka ini menjadikan Bangkalan sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi Jatim.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa masalah kemiskinan menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya.
Lukman menyampaikan tekadnya untuk segera mencari solusi guna mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bangkalan.
“Kami berkomitmen untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat melalui peningkatan pelayanan kesehatan dan ekonomi, khususnya di sektor UMKM. Dengan demikian, kami berharap dapat mengurangi kemiskinan yang ada di daerah ini,” ujar Lukman kepada awak media.
Lebih lanjut, Lukman menjelaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan program 100 hari kerja, karena menurutnya setiap masalah di Bangkalan perlu perhatian dan penanganan secara menyeluruh.
“Semua aspek menjadi prioritas kami, dan kami akan menyusun langkah-langkah strategis dalam setiap kebijakan yang akan diambil secara bertahap,” tambahnya.
Reporter: Rusdi

