GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Persaingan dalam kompetisi Grestara Super Liga U-15 semakin menarik memasuki pekan ke-8. Tiga pertandingan di Lapangan Sari Jaya Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Sabtu (17/10/2026), menghadirkan persaingan sengit sekaligus kemenangan meyakinkan bagi sejumlah tim.
Asti Lamongan tampil dominan dengan melibas Pesawad Wadeng 6 gol tanpa balas. Sementara itu, BBK Babat mengamankan kemenangan 2-0 atas Perkesa 08 Sambogunung. Adapun Persip Muda harus bekerja keras sebelum akhirnya menundukkan Persada Dalegan dengan skor tipis 3-2.
Hasil tersebut memperlihatkan persaingan yang beragam di kelompok usia U-15. Ada tim yang mampu menguasai pertandingan dan mencetak banyak gol, sementara tim lainnya harus berjuang hingga akhir laga untuk memastikan kemenangan.
Pada pertandingan pembuka, Asti Lamongan menunjukkan ketajamannya di lini serang. Enam gol yang bersarang di gawang Pesawad Wadeng mengantarkan tim asal Lamongan tersebut meraih kemenangan terbesar dalam rangkaian pertandingan pekan kedelapan.
Dominasi Asti Lamongan menjadi tantangan tersendiri bagi Pesawad Wadeng untuk melakukan evaluasi, terutama dalam memperkuat pertahanan dan memperbaiki koordinasi permainan.
Pada laga kedua, tim BBK Babat menang dengan skor 2-0 atas Perkesa 08 Sambogunung. Kemenangan tersebut menunjukkan efektivitas BBK Babat dalam memanfaatkan peluang sekaligus menjaga pertahanan agar tidak kebobolan.
Sementara itu, pertandingan antara Persip Muda dan Persada Dalegan berlangsung lebih ketat. Persip Muda akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2. Selisih satu gol membuat pertandingan ini menjadi laga paling kompetitif di antara tiga pertandingan yang digelar pada pekan kedelapan.
Ketiga pertandingan tersebut menjadi bagian dari upaya Paguyuban SSB Grestara menyediakan ruang kompetisi bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Ketua Paguyuban SSB Grestara, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa kompetisi U-15 menggunakan lapangan penuh. Format ini berbeda dengan kelompok usia U-10 dan U-12 yang bermain di separuh lapangan.
Menurut Hari, perbedaan format pertandingan tersebut disesuaikan dengan kelompok usia pemain. Pada kelompok U-15, pemain diharapkan mulai mampu mengembangkan pemahaman taktik, koordinasi antarlini, serta kemampuan bermain dalam ruang yang lebih luas.
“Kompetisi Grestara Super Liga U-15 ini bukan sekadar bertanding demi kemenangan, tetapi bagaimana pemain usia remaja bisa belajar kerja sama, disiplin, dan semangat fair play dalam sebuah tim. Tentunya, kompetisi ini juga untuk mencari bibit-bibit muda,” ujar Hari Purnomo.
Ia menegaskan, kompetisi usia dini dan remaja tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir pertandingan. Proses pembinaan, peningkatan keterampilan individu, pemahaman strategi, serta pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam perjalanan pemain muda menuju level sepak bola yang lebih tinggi.
Grestara Super Liga U-15 pun diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan bagi sekolah sepak bola (SSB) peserta, sekaligus membuka peluang bagi pemain potensial untuk berkembang dan menapaki jenjang kompetisi berikutnya.
Reporter : Azharil Farich

