Ketua Fraksi Gerindra Kunjungi Korban di Mojo, Dorong Pemkot Percepat Perbaikan Rumah

SURABAYA (Kabarjawatimur) – Lima hari setelah kebakaran melanda rumah warga di Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, sejumlah korban masih harus bertahan di pengungsian. Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, yang turun langsung menemui warga pada Minggu (27/9/2026).

Ajeng datang bersama jajaran PAC Gerindra Kecamatan Gubeng dan Ranting Gerindra Kelurahan Mojo. Selain melihat kondisi warga secara langsung, ia juga menyerahkan bantuan untuk meringankan kebutuhan korban yang masih menjalani masa pemulihan.

Kebakaran sendiri terjadi pada Selasa (22/9/2026). Pascakejadian, warga terdampak belum dapat kembali ke rumah karena kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sebagian warga pun masih mengungsi di Balai RW.

Saat mengunjungi lokasi, Ajeng meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan pendataan dan asesmen terhadap rumah-rumah warga yang terdampak.

Menurutnya, asesmen diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menentukan bentuk penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan perbaikan atau renovasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sesuai ketentuan.

“Pemkot Surabaya melalui DPRKPP kami minta segera menindaklanjuti kondisi rumah warga yang terdampak kebakaran. Yang utama adalah memastikan warga dapat kembali menempati hunian yang aman dan layak,” ujar Ajeng.

Ia menilai percepatan penanganan penting dilakukan agar warga tidak terlalu lama berada di tempat pengungsian. Namun, proses tersebut tetap harus diawali dengan pendataan dan asesmen sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.

“Harapannya, mulai dari pendataan, asesmen sampai tindak lanjut perbaikan bisa dilakukan secepatnya. Kami di DPRD tentu akan ikut mengawal agar kebutuhan warga mendapat penanganan,” tegasnya.

Ajeng juga mendorong DPRKPP berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan dan pengurus lingkungan setempat. Koordinasi lintas perangkat dinilai penting agar proses pemulihan warga dapat berjalan cepat dan terarah.

Bagi Ajeng, bantuan yang diberikan bukan sekadar untuk meringankan kebutuhan warga dalam masa pengungsian. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi korban dan kebutuhan mereka tersampaikan kepada pemerintah kota.

Ia berharap Pemkot Surabaya segera mengambil langkah konkret sehingga warga terdampak dapat kembali menempati hunian yang aman dan layak.

“Warga yang tertimpa musibah membutuhkan perhatian dan kepastian. Jangan sampai mereka terlalu lama berada di pengungsian,” pungkasnya.(KJT02)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *