Layang-Layang Tergerus Gadget, DPRD Surabaya Dorong Festival Digelar Tiap Tahun

SURABAYA (KabarJawatimur) — Festival layang-layang dinilai perlu dijadikan kegiatan rutin setiap tahun di Kota Surabaya. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan ini dapat menjadi upaya menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan teknologi dan penggunaan gadget, khususnya di kalangan generasi muda.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Dr. Zuhrotul Mar’ah, mengatakan permainan layang-layang saat ini mulai jarang dimainkan anak-anak. Perkembangan gadget dan berbagai permainan digital membuat permainan tradisional seperti layang-layang semakin ditinggalkan.

Karena itu, menurut Zuhrotul, Festival Layang-Layang perlu terus digelar dan dikembangkan sebagai ruang bagi generasi muda, termasuk Gen Z, untuk mengenal kembali permainan tradisional sekaligus menyalurkan kreativitas.

“Saya berharap kegiatan layang-layang ini bisa dibuat rutin setiap tahun. Karena permainan seperti ini sekarang hampir mulai punah, anak-anak lebih banyak bermain gadget. Jadi kita perlu merangkul generasi muda agar kembali mengenal permainan tradisional,” ujar Zuhrotul.

Menurutnya, festival tersebut tidak harus sekadar menjadi ajang bermain layang-layang. Kegiatan bisa dikemas lebih kreatif dengan melibatkan anak muda dalam berbagai bentuk kreasi dan karya, mulai dari desain layang-layang, seni, hingga inovasi dalam penyelenggaraan festival.

“Gen Z harus kita rangkul. Mereka bisa diajak berkreasi dan berkarya melalui kegiatan seperti ini. Jadi bukan hanya bermain, tetapi juga ada kreativitas dan ruang untuk menunjukkan karya mereka,” katanya.

Zuhrotul menilai, jika konsisten digelar setiap tahun, Festival Layang-Layang dapat menjadi agenda yang ditunggu masyarakat sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya di tengah perkembangan teknologi digital.

Ia berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan dukungan agar kegiatan tersebut memiliki keberlanjutan dan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak komunitas serta generasi muda.

“Jangan sampai permainan tradisional ini hilang karena perkembangan zaman. Justru kita manfaatkan festival ini untuk mempertemukan permainan tradisional dengan kreativitas anak muda,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *