JLLB Jangan Dibangun Sepotong, DPRD Surabaya Minta Ruas Segera Tersambung

SURABAYA ( KabarJawatimur) — Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya mendapat dukungan DPRD Kota Surabaya. Namun, dewan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan setiap ruas yang dibangun dapat segera tersambung agar keberadaan JLLB benar-benar memberi dampak terhadap kelancaran lalu lintas.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PSI, Josiah Michael, mengatakan JLLB memiliki peran strategis dalam mengurangi beban kendaraan dari kawasan utara, khususnya Teluk Lamong, menuju wilayah selatan Surabaya.

“Kita tentu dukung ya JLLB, lebih karena bisa membantu mengurangi beban lalu lintas dari arah utara yaitu Teluk Lamong menuju ke selatan,” kata Josiah, Selasa (25/8/2026).

Meski mendukung percepatan pembangunan, Josiah mengingatkan agar pengerjaan JLLB tidak dilakukan secara parsial dengan jarak antarruas yang terlalu jauh. Menurutnya, pembangunan bertahap tetap dapat dilakukan, tetapi harus direncanakan secara berurutan sehingga ruas yang telah selesai dapat langsung digunakan masyarakat.

“Pembangunan ini memang masih parsial, tapi kita harapkan jangan sepotong-sepotong jauh, saling jauh antara satu dengan yang lainnya,” tegasnya.

Ia menilai penyambungan antarruas menjadi kunci agar investasi pembangunan jalan tersebut tidak berhenti pada sekadar penambahan infrastruktur, tetapi benar-benar mampu menjadi jalur alternatif bagi masyarakat dan kendaraan logistik.

“Kalau bisa memang dibuat jadi berurutan sehingga jalannya bisa benar-benar dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.

Saat ini, Pemkot Surabaya tengah mempercepat pembangunan JLLB. Salah satu ruas yang menjadi fokus pengerjaan pada 2026 adalah Jalan Raya Sememi–Simpang Romokalisari sepanjang sekitar 1,65 kilometer. Pembangunan ruas tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2027.

JLLB dirancang menjadi bagian penting dari konektivitas Surabaya Barat dengan menghubungkan kawasan Sememi, Gelora Bung Tomo (GBT), hingga Teluk Lamong. Jalur ini juga diharapkan mampu menjadi alternatif pergerakan kendaraan berat dan angkutan logistik sehingga kepadatan di jalan arteri dalam kota dapat ditekan.

Namun, Josiah menegaskan Pemkot Surabaya juga perlu memperhatikan jaringan jalan lain yang berkaitan dengan JLLB, termasuk Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB).

Menurutnya, kondisi JLDB saat ini juga perlu mendapat perhatian karena sebagian trase berada di kawasan yang lahannya dikuasai pengembang dan memiliki ruang jalan yang relatif sempit.

“Bukan hanya JLLB yang dikerjakan, tetapi JLDB ini kan memang PR karena lahannya banyak di daerah developer dan relatif lebih sempit. Ini harus diperhatikan oleh Pemkot supaya juga dikerjakan karena sekarang juga macet sekali kan untuk JLDB-nya,” jelasnya.

Josiah berharap pembangunan JLLB dan penanganan JLDB dilakukan secara terintegrasi. Dengan konektivitas antarruas yang semakin baik, pembangunan jalan di kawasan Surabaya Barat diharapkan mampu memberikan manfaat maksimal bagi mobilitas warga sekaligus memperlancar arus kendaraan logistik.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *