BANGKALAN, Kabarjawatimur.com – PT Dharma Lautan Utama (DLU) kembali menambah kekuatan armadanya. Kali ini, kapal Ferry Ro-Ro sepanjang 83 meter mulai dibangun di galangan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Bangkalan, Madura, yang akan menjadi armada ke-51 perusahaan pelayaran tersebut.
Pembuatan kapal tersebut ditandai dengan Peletakan Lunas (Keel Laying) kapal Ferry Ro-Ro sepanjang 83 meter di galangan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Sabtu (8/8/2026).
Kapal ke-51 itu diproyeksikan memperkuat sekaligus memodernisasi armada perusahaan dalam mendukung konektivitas transportasi laut di Indonesia.
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama, Erwin H. Poedjono, mengatakan pembangunan kapal baru tersebut merupakan bentuk komitmen DLU untuk terus mempercayakan pembangunan armadanya kepada industri galangan kapal nasional.
“Ini merupakan armada yang ke-51. Kami sangat komit dan mempercayai penuh industri galangan kapal dalam negeri,” ujarnya.
Menurut Erwin, penambahan armada tidak hanya berkaitan dengan jumlah kapal, tetapi juga memastikan kapal yang beroperasi memiliki kualitas dan tingkat keselamatan yang baik.
“Kita harus memastikan dan menjamin bahwa armada yang berlayar adalah armada yang bagus, layak dan sesuai harapan pelanggan,” katanya.
Dari sisi keselamatan, Erwin memastikan kapal tersebut akan dibangun dengan mengacu pada standar Safety of Life at Sea (SOLAS) serta ketentuan keselamatan pelayaran yang berlaku di Indonesia.
Bahkan, DLU membuka kemungkinan menambahkan fasilitas keselamatan di luar ketentuan minimum yang dipersyaratkan.
“Kalau perlu nanti kita tambahkan fasilitas-fasilitas yang menyangkut keselamatan, melebihi ketentuan yang sudah ada,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Anita Puji Utami, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan DLU kepada pihaknya untuk mengerjakan kapal tersebut.
Menurut Anita, pembangunan kapal ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi galangan yang berlokasi di Bangkalan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari PT Dharma Lautan Utama. Tentunya ini adalah tantangan bagi kami dan kami akan melaksanakan komitmen ini sesuai spesifikasi teknis yang ada dan semaksimal mungkin menjaga mutu,” ujarnya.
Secara normal, pembangunan kapal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 bulan. Namun, pihak Adiluhung menargetkan proses tersebut dapat dipercepat menjadi sekitar 12 bulan.
Strategi percepatan dilakukan dengan menerapkan sistem kerja shift serta mengoptimalkan pemberdayaan sumber daya manusia.
“Kita lakukan strategi percepatan dengan melakukan shift 1 dan shift 2, terutama dengan mengoptimalkan pemberdayaan SDM,” jelas Anita.
Hingga 7 Agustus 2026, progres pembangunan kapal Ferry Ro-Ro tersebut telah mencapai 18,694 persen.
Sebelumnya, proses first cutting telah dilakukan pada 2 Mei 2026, kemudian dilanjutkan kick off meeting bersama pihak klasifikasi dan surveyor untuk menentukan tahapan serta target pembangunan.
Kapal Ferry Ro-Ro yang dibangun di Bangkalan ini memiliki panjang keseluruhan 83,70 meter, lebar 17 meter, tinggi 5,50 meter dan sarat maksimum 3,60 meter.
Kapal dirancang memiliki kecepatan hingga 13,30 knot, dengan kapasitas mencapai 744 penumpang dan 209 kendaraan. Kapasitas kendaraan tersebut terdiri atas 24 truk besar, 30 truk sedang, 22 sedan dan 133 sepeda motor.
Dengan kapasitas tersebut, kapal diharapkan mampu memperkuat pelayanan transportasi laut sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi kendaraan antardaerah..
Keel Laying kapal Ferry Ro-Ro 83 meter tersebut pun menjadi simbol kolaborasi antara perusahaan pelayaran dan industri galangan kapal nasional.
Kerja sama DLU dan PT Adiluhung diharapkan tidak berhenti pada satu proyek, tetapi berkembang menjadi hubungan strategis yang mampu memperkuat industri perkapalan Indonesia.

