BANYUWANGI, – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, kaget begitu mendengar pengakuan warga di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur bahwa kehadiran PT BSI tak mampu merubah kesejahteraan rakyat.
Masyakarat bahkan mengaku tidak puas dengan kehadiran PT BSI utamanya menyangkut soal kesejahteraan rakyat Banyuwangi.
Karena itu Komisi IV DPR RI akan menggelar rapat ulang di Jakarta dengan mengundang hadirkan perwakilan masyakarat Banyuwangi yang tidak puas terkait keberadaan tambang emas PT BSI.
“Rupanya banyak yang tidak puas dengan PT BSI, padahal anggota kami, Pak Sumail (H Sumail Abdullah) dan Pak Sonny (Sonny T Danaparamita) telah berjuang bagaimana caranya tambang emas bisa menyejahterakan rakyat,” lontar Titiek Soeharto.
“Nanti kawan-kawan petani, nelayan yang belum sempat menyampaikan uneg-unegnya kita undang ke Jakarta,” tambah Ketua Komisi IV DPR RI, Kamis, 23 Juli 2026.
Komisi IV DPR RI, lanjut Titiek Soeharto, akan memanggil PT BSI untuk mempertanyakan soal produksi tambang mineralnya di Gunung Tumpang Pitu setelah diberi kesempatan oleh negara untuk mengelola kekayaan alam yang menurut UUD milik negara.
“Negara telah memberikan kesempatan untuk mengelola, tapi endingnya harus menyejahterakan masyakarat. Tapi kalau ini belum menyejahterakan, akan kita panggil,” tandas Titiek Soeharto.
Alasan mendasar untuk memanggil kembali PT BSI untuk dimintai penjelasannya di hadapan Komisi IV DPR RI karena mereka telah melakukan produksi atau eksploitasi selama 10 tahun.
“Kamu (PT BSI) sudah melakukan produksi 10 tahun, sudah mengeruk kekayaan sebanyak itu kok rakyat belum sejahtera,” pungkasnya.
Anggota Komisi IV DPR RI asal Banyuwangi, H Sumail Abdullah, sepakat untuk memanggil kembali PT BSI untuk didengar keterangannya di Jakarta bersama perwakilan masyakarat setempat.
Langkah ini untuk mencari tahu mengapa produksi PT BSI yang sudah cukup lama tetapi dinyatakan oleh masyarakat belum mampu menyejahterakan.
“Kami sebagai putra daerah merasa terpanggil untuk membawa masalah ini ke Senayan agar kehadiran tambang emas PT BSI benar-benar menyejahterakan masyakarat,” tukasnya.
H Sumail Abdullah pun meminta kepada masyarakat untuk tidak takut bersuara selama itu fakta. Karena kekayaan alam yang dieksploitasi oleh PT BSI sejatinya lahan negara yang sepatutnya untuk kesejahteraan rakyat.
“Tambang emas PT BSI ada di wilayah kita, di hadapan kita, sudah sepatutnya jika warga Banyuwangi mempertanyakan sejauh mana kehadiran tambang mineral ini bagi kemaslahatan rakyat,” tegasnya.***

