SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Surabaya. Ghifara Denok Prameswari (13), siswi SMP Negeri 3 Surabaya, berhasil meraih gelar Juara 1 Putri Kebaya Indonesia 2026 tingkat nasional. Atas prestasi tersebut, Denok dipercaya menjadi wakil Indonesia pada ajang internasional yang akan digelar di Malaysia.
Tak hanya berprestasi di dunia pageant, Denok juga aktif sebagai kader Pramuka Penggalang. Ia dikenal mampu memadukan semangat kepramukaan dengan kecintaan terhadap budaya Indonesia, termasuk melestarikan Tari Remo dan mengenakan kebaya sebagai identitas budaya bangsa.
Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Siti Mariam, mengatakan keberhasilan Denok menjadi bukti bahwa pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus mencintai budaya.
“Di Pramuka, khususnya bagi anggota yang mencapai tingkat Garuda, salah satu kewajibannya adalah menjaga dan melestarikan budaya. Denok telah membuktikan itu. Di usia 13 tahun, ia memiliki kedisiplinan, karakter, dan jiwa kepemimpinan yang kuat,” ujar Siti Mariam.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi Denok untuk mengukir prestasi hingga tingkat nasional. Justru semangat dan kerja kerasnya menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
Siti Mariam mengungkapkan, Pemerintah Kota Surabaya telah menyatakan komitmennya untuk mendukung keberangkatan Denok ke Malaysia agar dapat mewakili Indonesia di ajang internasional.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bappeda, Dinas Pendidikan, Ketua DPRD, hingga Wali Kota Surabaya. Pemerintah siap memberikan dukungan agar anak berprestasi dari keluarga kurang mampu seperti Denok dapat terus berkembang dan mengharumkan nama bangsa,” katanya.
Sementara itu, Denok mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Menurutnya, kompetisi Putri Kebaya Indonesia bukan hanya menilai penampilan fisik, tetapi juga wawasan, etika, kepribadian, kemampuan berkomunikasi, dan kedisiplinan.
“Ajang ini bukan hanya tentang kecantikan, tetapi juga wawasan, cara membawa diri, dan kedisiplinan. Banyak nilai tersebut saya dapatkan dari pembinaan di Gerakan Pramuka. Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi,” ujar Denok.
Menjelang keberangkatannya ke Malaysia, Denok terus mempersiapkan diri melalui latihan public speaking, modeling, serta pendalaman budaya Indonesia. Ia berharap dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi bagi Indonesia.
Keberhasilan Denok diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar Surabaya untuk terus berkarya, mencintai budaya bangsa, dan berani bersaing di tingkat internasional.

