Momen HJKS Ke-733, DPRD Surabaya Apresiasi Tambahan Mobil Perpustakaan Keliling

SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun 2026 tidak hanya diramaikan berbagai festival dan hiburan, tetapi juga menghadirkan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Pemerintah Kota Surabaya menambah empat unit mobil listrik perpustakaan keliling guna memperluas akses literasi hingga ke lingkungan permukiman warga.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati. Menurutnya, penambahan armada perpustakaan keliling menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berdaya saing.

Ajeng menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, budaya membaca harus tetap diperkuat, terutama di kalangan anak-anak dan pelajar. Karena itu, kehadiran mobil perpustakaan keliling dinilai sangat strategis untuk menjangkau masyarakat hingga ke kampung, rumah susun, taman kota, dan wilayah padat penduduk.

“Penambahan empat mobil listrik perpustakaan ini menjadi kado istimewa dalam HJKS ke-733. Ini bukan sekadar kendaraan operasional, tetapi simbol hadirnya pemerintah membawa ilmu pengetahuan lebih dekat kepada masyarakat,” ujar Ajeng, Selasa (19/5/2026).


Ia menjelaskan, konsep perpustakaan keliling dengan sistem jemput bola sangat efektif membangun kebiasaan membaca sejak usia dini. Dengan begitu, anak-anak tidak perlu datang jauh ke perpustakaan karena fasilitas bacaan hadir langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan keliling juga dapat menjadi sarana edukasi sosial yang positif di tengah tingginya penggunaan gadget dan media sosial di kalangan generasi muda. Selain menyediakan bahan bacaan, mobil perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan edukatif.


“Anak-anak harus dibiasakan mencintai buku sejak dini. Dari membaca akan lahir generasi yang cerdas, kreatif, dan memiliki daya pikir kuat untuk masa depan Surabaya,” katanya.

Ajeng berharap, mobil perpustakaan keliling nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang edukasi terpadu melalui kegiatan dongeng anak, pelatihan kreatif, literasi digital, hingga pendidikan karakter.

Politisi muda Gerindra itu menegaskan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi investasi di bidang pendidikan dan literasi.

“Kota besar seperti Surabaya harus mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan luas dan karakter yang kuat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, orang tua, komunitas literasi, hingga pemerintah kota untuk bersama-sama menjaga budaya membaca di tengah kehidupan modern saat ini.

“Budaya literasi harus menjadi gerakan bersama. Ketika anak-anak gemar membaca, maka kualitas pendidikan dan masa depan kota ini juga akan semakin baik,” pungkasnya.

Dengan hadirnya empat mobil perpustakaan keliling baru tersebut, HJKS ke-733 Surabaya dinilai tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan budaya literasi di Kota Pahlawan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *