Motor Digondol Maling Saat Lamar Kerja, Polisi Sempat Tolak Laporan Curanmor

SURABAYA,(Kabarjawatimur.com) – Pemuda bernama Salman (23) warga Jalan Panjang Jiwo menjadi korban Curanmor (Pencurian kendaraan bermotor) ketika melamar kerja di cafe sekitaran Jalan Manyar Rejo GG.III, Sukolilo, Surabaya.

Motor milik Salman Honda Scoopy putih nopol L 4202 BK atas nama Rasma warga Kapas Baru, hilang saat berada di halaman parkiran cafe Rivero & Co pada Selasa (19/5/2026) sore hari pukul 13.40 wib.

Setelah motor dibawa pergi oleh terduga pelaku, korban Salman menunggu hingga 30 menit, namun pelaku Novan belum kunjung kembali. Tidak lama salah satu karyawan menegur Salman terkait pembayaran reservasi tempat yang di tempati Salman.

“Saya kaget setelah diberi tahu bahwa pelaku itu sewa tempat vip di cafe itu, dan belum membayar, juga ternyata Novan bukan pemilik cafe itu. saya panik lalu menelfon kakak keponakan saya Rasma selaku atas nama motor yang ternyata diambil oleh pelaku,” jelasnya, Rabu (20/5/2026).

Rasma juga angkat bicara tentang motor yng diangsur oleh Salman dan masih atas namanya. Saat melaporkan ke Polsek Sukolilo pada Selasa malam setelah peristiwa, ternyata ditolak.

“Jadi Salman ini langsung melaporkan malam hari ditolak dan harus melengkapi dengan menyertakan BPKB dan KTP asli saya, karena masih atas nama saya. Dan pada Rabu siang kembali ke Polsek dan berhasil keluar Laporan Polisi,” ujar Rasma.

Dari aksi penipuan berkedok menyediakan lapangan pekerjaan, identitas fisik pelaku diketahui bahwa telah banyak melakukan aksi yang sama. Upaya Polsek Sukolilo dalam melakukan pengejaran di dampingi oleh Kanit Resmob Polrestabes Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Sukolilo AKP Condro menjelaskan jika korban sudah melaporkan pada Rabu (20/5), dan akan langsung dilakukan olah TKP ditempat kejadian. Bila dilihat di cctv tetangga fisik pelaku sekitaran umur diatas 50 tahun,” ujarnya.

Raibnya motor milik Salman tersebut dikarenakan dirinya tertipu oleh seseorang dikatahui bernama Novan yang dikenalnya dari media sosial Instagram beberapa waktu lalu.

Salman mengatakan jika, dirinya kenal dengan pelaku melalui media sosial, dia menawari kerja di cafe Rivero & Co mengaku pemiliknya. Sikapnya meyakinkan sebagai pemilik tempat apalagi saya diyakinkan di interview di ruangan VIP.

“Jadi selesai interview sebentar saya langsung diterima, lalu pelaku bilang bahwa untuk keamanan motor karyawan harus memilik gps di masing masing motor. Nah dari situlah kunci dan STNK diminta pelaku untuk dipasangkan GPS di bengkel sekitaran cafe,” pungkas dia.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *