Ketua Fraksi Gerindra Dorong Website SPMB Surabaya Lebih Ramah

SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) — Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, meminta agar pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Surabaya benar-benar memperhatikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan kelompok pralansia.

Menurut Ajeng, proses pendaftaran berbasis digital harus dirancang dengan tampilan yang sederhana, mudah dipahami, serta tidak membingungkan pengguna. Sebab, tidak semua wali murid memiliki kemampuan yang sama dalam mengoperasikan teknologi maupun memahami tahapan pendaftaran secara daring.

Ia menilai, sistem yang terlalu rumit berpotensi memunculkan kesalahan informasi hingga membuat masyarakat kesulitan saat proses pendaftaran berlangsung.

“Website pendaftaran SPMB harus dikemas lebih ramah untuk orang tua, terutama bagi mereka yang masuk masa pralansia. Jangan sampai muncul disinformasi karena masyarakat kesulitan memahami alur sistem,” ujar Ajeng.

Politisi Gerindra itu mengatakan, pelayanan pendidikan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, selain memperbaiki tampilan website, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan layanan pendukung juga harus menjadi perhatian serius.

Ajeng menekankan pentingnya simulasi pendaftaran yang disertai pendampingan maksimal kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan call center maupun petugas layanan harus benar-benar siap memberikan penjelasan secara detail dan mudah dimengerti.

“Pada saat simulasi maupun pelaksanaan pendaftaran, call center dan SDM harus dipastikan terlatih dengan baik sehingga masyarakat bisa benar-benar paham. Jangan sampai warga kebingungan ketika membutuhkan bantuan,” kata Anggota Komisi D DPRD Surabaya

Ia Juga  berharap Dinas Pendidikan Kota Surabaya dapat melakukan evaluasi secara berkala terhadap sistem SPMB, termasuk menerima berbagai masukan dari masyarakat selama proses berlangsung.

Menurut Ajeng, kemudahan akses dalam layanan pendidikan menjadi bagian penting untuk menciptakan proses penerimaan siswa baru yang transparan, nyaman, dan inklusif bagi semua kalangan.

“Tujuannya tentu agar masyarakat merasa terbantu, bukan justru kesulitan. Karena pendidikan harus memberikan pelayanan yang ramah dan mudah diakses oleh semua warga,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *