Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Semangat menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tak hanya diwujudkan melalui kemeriahan acara seremonial, tetapi juga lewat aksi nyata kepedulian sosial. Dua komunitas di Kota Pahlawan, yakni Komunitas Sahabat Surga dan Komunitas Tolong Menolong, bersinergi membagikan ratusan liter BBM jenis Pertalite secara gratis kepada para pengemudi ojek online (ojol), Sabtu (16/5/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut menyasar sekitar 150 driver ojol di Surabaya, khususnya pengemudi senior dan penyandang disabilitas yang dinilai tetap gigih bekerja di tengah berbagai keterbatasan ekonomi maupun fisik.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua mekanisme. Sebanyak 110 paket BBM diisikan langsung ke tangki kendaraan para driver di SPBU Pertamina Diponegoro. Sementara sisanya dibagikan dalam bentuk uang tunai di sejumlah pangkalan ojol agar dapat digunakan membeli bahan bakar secara mandiri.
Founder sekaligus Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap masyarakat kecil menjelang peringatan HJKS ke-733.
“ Kami ingin menjadi bagian mewujudkan Surabaya lebih baik lagi dengan membantu warga yang berprofesi sebagai pengemudi ojol. Saya tahu bagaimana perjuangan mereka mencari nafkah, karena saya juga bekerja sebagai driver taksi online,” ujar Daniel.
Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari jalanan.
Sementara itu, Ketua Komunitas Sahabat Surga, Nur Ufia Prihandini atau yang akrab disapa Bunda Dini, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan aksi kedua yang digelar komunitasnya sepanjang tahun 2026.
Menurutnya, para driver ojol lanjut usia maupun difabel layak mendapatkan perhatian dan apresiasi karena tetap bekerja keras melayani masyarakat di tengah kondisi yang tidak mudah.
“ Ini bentuk penghargaan untuk mereka. Meski usia tidak lagi muda bahkan ada yang penyandang disabilitas, mereka tetap semangat bekerja melayani pelanggan setiap hari, meski harus menghadapi panas maupun hujan,” kata Bunda Dini.
Tak hanya berbagi BBM gratis, kedua komunitas tersebut juga rutin menjalankan program sosial Warung Makan Berkah di kawasan Terminal Joyoboyo. Program tersebut digelar setiap Selasa pada minggu kedua dan keempat dengan menyediakan makanan murah bagi masyarakat umum dan pengemudi ojol.
Bantuan BBM gratis itu pun disambut hangat para penerima manfaat. Salah satunya Peni Handajani (56), seorang driver ojol perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga setelah ditinggal wafat suaminya.
“ Alhamdulillah sangat membantu, karena saya harus menghidupi keluarga sendiri dan anak-anak masih sekolah. Jadi harus benar-benar menghemat pengeluaran,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Sutami, driver ojol lainnya, yang berharap program sosial semacam itu dapat berjalan berkelanjutan di tengah kondisi pendapatan pengemudi yang dinilai semakin berat akibat potongan aplikator.
“ Program seperti ini sangat membantu kami para ojol. Harapannya bisa terus ada karena kondisi sekarang masih berat,” tuturnya.
Rasa syukur juga diungkapkan Marsiti (55), seorang ibu tunggal asal kawasan Krukah Surabaya. Baginya, bantuan BBM gratis menjadi berkah tersendiri untuk menekan biaya operasional harian saat mencari nafkah di jalanan.
Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali menjadi warna tersendiri dalam menyambut HJKS ke-733, sekaligus menunjukkan bahwa Surabaya tumbuh bersama solidaritas warganya.

