Makan MBG dari Dapur SPPG Tembok Dukuh, Ratusan Siswa Dari 12 Sekolahan Keracunan

SURABAYA– Kesehatan ratusan siswa menurun setelah diduga keracunan makanan dan terpaksa di rawat di ruang tunggu RS Ibu dan Anak IBI Surabaya pada (11/5/2026). Siswa-siswi tersebut menyantap makanan MBG dari dapur SPPG Tembok Dukuh yang baru beroprasional bulan Februari 2026.

Informasi yang didapatkan, salah satu menu makanan dalam makanan bergizi gratis (MBG) yaitu daging sapi pada waktu itu mengalami kebusukan hingga ada mengeluarkan belatung. Juga dari menu daging ayam tekstur kurang matang dan didalam daging ayam masih berwarna merah.

Ratusan siswa dari 12 sekolahan sebagian ada yang mengalami gejala keracunan dengan muntah muntah, setelah mendapatkan MBG dari dapur Sebagian siswa bisa diperbolehkan pulang ada pula yang sebagian harus di rawat lebih intensif karena masih mengalami kesehatan menurun.

Dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dari 12 sekolahan antara lain,

SD Tembok Dukuh 1, 2 dan 3, kemudian TK,SD dan SMP Aleteia, SD Pancasila 5, SMP Islam, SD Raden Wijaya, TK dan SD Ubaid dan yang terakhir Sekolah yang berada di RW.10 Kelurahan Demak Jaya.

Ratusan siswa dari 12 sekolahan mengalami mual dan muntah setelah memakan daging dari MBG yang di masak oleh dapur SPPG Jalan Demak Madya, Bubutan. Mengetahui banyaknya siswa siswi yang mengalami keracunan sehingga pihak Rumah Sakit melakukan penangganan medis dan serangkaian pemeriksaan oleh dokter dan perawat rumah sakit.

Cicilia Siswa SDN Tembok Dukuh III-85, satu siswa yang menjadi korban keracunan sempat mual dan muntah. Dia mengaku, sempat mencicipi makanan daging yang diduga sumber dari mual dan keracunan tersebut. Kata dia, sebagian temannya ada yang melahap hingga habis dan ada juga yang tidak memakannya.

”Ada yang nggak makan sama sekali, saya hanya mencicipi saja,” jelas siswi kelas 6 tersebut.

Dia mengaku bisa membedakan mana daging yang matang dan tidak. Namun, dia memastikan dari bumbu daging tersebut rasanya dinilai kurang pas. ”Ini baru pertama kali menu daging, biasanya tidak ada, menunya ya keringan, lalu ada sayuran juga,” ungkapnya.

Diketahui, selain daging sapi juga ada daging ayam. Dia masih ingat betul, menu daging ayam itu seperti masih menyisakan warga merah identik darah. ”Saya kurang tau ya, apakah sudah matang atau tidak, tapi yang jelas rasanya kurang pas,” jelasnya.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *