SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Isu pengelolaan sampah kembali menjadi perhatian di Kota Surabaya. Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan mulai melakukan penguatan edukasi masyarakat dengan merintis program “Sekolah Sampah” di wilayah binaannya.
Program tersebut dirancang sebagai ruang belajar warga untuk memahami persoalan lingkungan sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Edisi perdana “Sekolah Sampah” dijadwalkan dimulai pada 23 Mei 2026 di Kecamatan Sukolilo dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang lingkungan hidup.
Eri Irawan menilai persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif.
“Persoalan sampah harus diselesaikan bersama. Karena itu, masyarakat perlu diberikan ruang belajar yang mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Politisi yang dikenal aktif dalam isu lingkungan dan tata kota itu menjelaskan, “Sekolah Sampah” tidak hanya membahas teori terkait persoalan lingkungan, tetapi juga praktik sederhana pengolahan sampah yang aplikatif di lingkungan warga.
Materi yang diberikan nantinya meliputi pemilahan sampah rumah tangga, pengurangan sampah plastik, hingga pemanfaatan sampah organik yang memiliki nilai guna ekonomis. Dengan pendekatan tersebut, warga diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Program ini juga dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi publik dalam mendukung agenda pembangunan kota yang lebih berkelanjutan. Terlebih, isu pengelolaan sampah saat ini menjadi tantangan besar di berbagai kawasan perkotaan, termasuk Surabaya.
Melalui “Sekolah Sampah”, Eri berharap lahir gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mampu menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat kampung.

