Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Anggota DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dinilai harus lebih adaptif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Hal itu disampaikan Ajeng Wira wati dalam sebuah forum pembahasan pendidikan, yang menekankan pentingnya pembenahan sistem digital serta penguatan peran sekolah swasta.
Ajeng menilai, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan masih adanya kendala teknis pada website pendaftaran yang kerap dikeluhkan masyarakat. Mulai dari akses yang lambat hingga kebingungan orang tua dalam memahami alur pendaftaran.
“Website harus benar-benar user friendly. Jangan sampai masyarakat kesulitan hanya karena sistemnya tidak siap atau terlalu rumit,” ujarnya.
Selain aspek teknis, Ajeng juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan melalui keterlibatan sekolah swasta. Menurutnya, sekolah swasta memiliki peran strategis dalam menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Peran sekolah swasta harus diperkuat dan dipandang sebagai bagian dari solusi, bukan pilihan terakhir,” tegasnya.
Ketua Fraksi Gerindra Surabaya juga mendorong pemerintah daerah untuk memasikan adanya komunikasi dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat terkait mekanisme SPMB 2026. Hal ini penting agar tidak terjadi kebingungan yang berulang setiap tahun ajaran baru.
Terkahir ia berharap, dengan perbaikan sistem dan kolaborasi yang lebih baik antara pemerintah dan sekolah swasta, pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih lancar, adil, dan memberikan kepastian bagi seluruh calon peserta didik.
“Tujuan utamanya adalah memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa hambatan administratif,” pungkasnya.

