GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – PT Petrokimia Gresik kembali menggelar Bazar Ramadan LONTAR (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar) sebagai upaya mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan sekitar perusahaan.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Pusat Petrokimia Gresik itu dibuka oleh Vice President (VP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik, Kadek Ardhika Widya Kresna, yang mewakili direksi.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, bazar tersebut memanfaatkan momentum Ramadan ketika masyarakat banyak berburu takjil untuk berbuka puasa.
“Kami memfasilitasi ibu-ibu yang memiliki usaha jajanan di sekitar perusahaan agar dapat meningkatkan pendapatan mereka. Bazar ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh banyak pelaku UMKM. Ribuan karyawan dan masyarakat juga turut meramaikan dengan berburu takjil,” ujar Daconi dalam keterangan terpisah.
Bazar Ramadan LONTAR sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar Petrokimia Gresik sejak 2023. Seluruh stan yang berpartisipasi merupakan UMKM binaan perusahaan yang tergabung dalam kelompok LONTAR, yang bergerak di bidang kuliner dan aneka jajanan.
Menurut Daconi, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha. Penjualan para peserta disebut terus meningkat setiap tahun sejak bazar pertama digelar.
“Alhamdulillah, penjualan mereka terus meningkat. Kegiatan ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi para pelaku UMKM, terlebih menjelang Lebaran ketika kebutuhan ekonomi keluarga meningkat,” katanya.
Ia berharap kelompok LONTAR dapat terus berkembang menjadi komunitas usaha yang lebih mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjadi sarana peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar perusahaan.
Selain membuka peluang pemasaran bagi pelaku UMKM, bazar ini juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat, pemerintah desa atau kelurahan, dan insan perusahaan.
Daconi menjelaskan, program LONTAR bermula dari pelatihan pembuatan kue kering dan basah yang diselenggarakan Petrokimia Gresik dengan menghadirkan instruktur berpengalaman. Dari pelatihan tersebut, para peserta kemudian membentuk kelompok usaha yang berkembang menjadi LONTAR.
Anggota kelompok ini berasal dari tujuh kelurahan dan satu desa di sekitar perusahaan, yakni Kelurahan Kroman, Karangturi, Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Ngipik, Sukorame, serta Desa Roomo.
“Kami berharap ke depan LONTAR terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis ekonomi kerakyatan di sekitar perusahaan dapat semakin kuat dan berdaya saing,” pungkas Daconi.
Reporter : Azharil Farich

