Reses Didik Beldex, Warga Gundih Keluhkan Data Desil Tak Sesuai Kondisi

SURABAYA – Kegiatan reses anggota Komisi A DPRD Surabaya, H Tri Didik Adiono alias Didik Beldex, menjadi ruang bagi warga Gundih menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Salah satu keluhan yang mencuat adalah ketidaksesuaian data desil dengan kondisi ekonomi warga di lapangan.

Keluhan tersebut disampaikan warga saat reses di Margodadi Gang 3, RT 3/RW 7, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan. Warga menilai data desil yang menjadi salah satu dasar penentuan penerima sejumlah program pemerintah belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya.

Warga berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap program bantuan maupun pendidikan akibat ketidaktepatan data.

Selain persoalan desil, warga juga mengusulkan pengajuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Mereka berharap proses pengajuan PIP dapat lebih mudah dan tepat sasaran.

Usulan lainnya berkaitan dengan Beasiswa Pemuda Tangguh. Warga berharap program tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pemuda Surabaya, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap ingin melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kemampuan.

Dalam reses tersebut, Didik Beldex menampung seluruh keluhan dan aspirasi warga untuk selanjutnya dikomunikasikan dengan dinas terkait serta menjadi bahan perjuangan melalui fungsi kedewanan.

Menurutnya, persoalan data menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap berbagai program pemerintah.

Aspirasi warga Gundih, mulai dari persoalan data desil, PIP hingga Beasiswa Pemuda Tangguh, akan menjadi bahan tindak lanjut agar program pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *