SURABAYA – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surabaya, Muhaimin, menegaskan pentingnya mendorong santri agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Peringatan Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi momentum memperkuat kualitas pendidikan, kemandirian ekonomi, dan masa depan generasi pesantren.
Menurut Muhaimin, santri memiliki peran strategis bukan hanya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga dalam membangun masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Santri jangan hanya dipandang sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai generasi masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman. Mereka harus memiliki kesempatan untuk maju, menguasai teknologi, mandiri secara ekonomi, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama,” ujarnya
Muhaimin menilai, perkembangan zaman menuntut santri memiliki bekal yang lebih luas. Penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan pendidikan formal, keterampilan digital, kemampuan berwirausaha, serta kesiapan memasuki dunia kerja.
Karena itu, perhatian terhadap santri tidak cukup diwujudkan melalui peringatan seremonial setiap tahun. Dukungan nyata terhadap pesantren, guru ngaji, dan akses pendidikan bagi santri dari keluarga kurang mampu juga perlu menjadi perhatian bersama.
Di Surabaya, penguatan peran pesantren dinilai penting untuk membangun generasi muda yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Sebagai partai yang memiliki kedekatan historis dengan aspirasi umat Islam, PPP memiliki ruang untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat pesantren melalui komunikasi dengan para kiai, pengasuh pesantren, dan komunitas santri, sekaligus mendorong kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan mereka.
Muhaimin juga menekankan bahwa keberpihakan kepada santri perlu dinilai dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar besarnya kegiatan peringatan.
“Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat keberpihakan kepada pesantren dan masa depan generasi muda. Ukurannya bukan seberapa meriah peringatannya, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan santri dan masyarakat,” ujarnya
Momentum Hari Santri Nasional 2026 diharapkan semakin memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji, peningkatan fasilitas pendidikan pesantren, perluasan akses beasiswa, serta pengembangan keterampilan santri agar memiliki peluang lebih besar dalam dunia kerja dan kewirausahaan.
Bagi PPP Surabaya, tantangan ke depan adalah menerjemahkan dukungan terhadap santri dan pesantren menjadi perjuangan yang konsisten serta program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Hari Santri bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan, melainkan juga meneguhkan komitmen untuk memastikan generasi pesantren memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang, mandiri, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

