SURABAYA (Kabarjawatimur.com) – 75 Pelari siap bertanding di Road to SedulurRun 2026. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur, peduli pendidikan. Tetbukti dengan gelaran ini, sebagai pembuka gerakan lari amal. Untuk mendukung akses pendidikan bagi santri dan siswa kurang mampu serta kesejahteraan guru honorer.
Kegiatan yang berlangsung di Surabaya, Minggu (25/10/2026), diikuti 75 pelari. Peserta mengikuti lari bersama sejauh 3 kilometer, dilanjutkan dengan sesi berbagi bersama BMH Jatim dan pengundian hadiah bagi peserta yang menyelesaikan misi kegiatan.
SedulurRun 2026, dijadwalkan berlangsung pada Minggu (13/12/2026) di Parkir Timur Plaza Surabaya. Ajang ini menghadirkan tiga kategori, yakni Dulur Kuat 10K, Dulur Wani 5K, dan Dulur Cilik 1K.
Lead Program dan Marketing Communication BMH Jawa Timur, Imam Muslim, mengatakan SedulurRun menjadi sarana mengajak masyarakat berolahraga sekaligus berkontribusi bagi pendidikan.
“Melalui SedulurRun 2026, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya berolahraga, tetapi juga mengambil bagian dalam gerakan kebaikan. Setiap langkah yang dilakukan peserta menjadi simbol kepedulian dan harapan bagi pendidikan Indonesia,” ujarnya.
Menurut Imam, kegiatan tersebut memanfaatkan tren lari sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Untuk menghadirkan aktivitas yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memiliki dampak sosial.
BMH Jatim menilai, masih banyak santri dan anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan. Untuk memperoleh pendidikan layak. Di sisi lain, guru honorer juga memerlukan perhatian. Agar dapat terus menjalankan perannya dalam mendidik generasi penerus.
“Setiap langkah punya arti ketika dilakukan bersama untuk membantu sesama. Berbuat baik bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan melibatkan banyak orang,” katanya.
Hadirkan Kategori 10K
SedulurRun 2026, menghadirkan pengembangan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, termasuk penambahan kategori 10K yang dilengkapi podium. Kategori ini diharapkan dapat mengakomodasi pelari yang ingin menguji kemampuan sekaligus meraih prestasi.
Sementara itu, kategori 5K dan 1K tetap dibuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pelari pemula hingga keluarga yang ingin berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
BMH Jatim menyebut, jumlah peserta SedulurRun meningkat dibandingkan edisi 2025. Peningkatan tersebut dinilai menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat untuk terlibat dalam gerakan sosial melalui olahraga.
Gandeng SalingJaga
Dalam penyelenggaraan tahun ini, BMH Jatim berkolaborasi dengan SalingJaga untuk memperluas dukungan terhadap program pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Ma’mun mengatakan lembaga amil zakat memiliki peran strategis dalam menghubungkan potensi kebaikan masyarakat dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program sosial dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Setiap mitra membawa peran yang saling melengkapi, mulai dari pengelolaan program sosial, pemanfaatan ekosistem digital, hingga penguatan kesadaran akan pentingnya perlindungan keluarga,” ujarnya.
Melalui SedulurRun 2026, BMH berharap kepedulian masyarakat tidak berhenti pada kegiatan olahraga, tetapi berlanjut menjadi dukungan nyata bagi santri, siswa dari keluarga kurang mampu, dan guru honorer.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftar melalui ktbs.in/sedulurrun2026. (KJ9)

