GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) terus memperkuat kualitas institusi melalui peningkatan mutu akademik, sumber daya manusia (SDM), serta perluasan akses lulusan sarjana dengan kebutuhan dunia kerja.
Pencapaian dan upaya penguatan tersebut disampaikan Rektor UMG Prof. Dr. Khoirul Anwar saat Wisuda ke-49 UMG di Graha Kartini, Gresik, pada Kamis (24/9/2026). Total ada 647 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda.
Rektor Khoirul mengatakan, peningkatan kualitas institusi terlihat dari bertambahnya program studi (prodi) yang meraih akreditasi unggul. Saat ini terdapat 10 prodi berstatus unggul, meningkat dari sebelumnya dua prodi. UMG juga tengah menunggu proses asesmen lapangan untuk akreditasi institusi.
“Akreditasi unggul kita sudah 27 persen. Doktor kita sudah 60 orang, lebih dari 20 persen. Guru besar juga sudah di atas 80 persen,” ujarnya.
Penguatan mutu tersebut juga diarahkan agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.
Salah satunya melalui kerja sama UMG dengan PT STL Chemical Indonesia yang akan mengembangkan operasional di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik. Kerja sama yang telah berlangsung selama tiga tahun itu membuka peluang sekitar 70-100 alumni UMG untuk direkrut ketika perusahaan mulai beroperasi pada 2028.
UMG juga membekali calon lulusan dengan kemampuan bahasa Mandarin sebagai kompetensi pendukung untuk memasuki lingkungan kerja perusahaan tersebut.
“Alumni kita juga diajari bahasa Mandarin untuk kerja di sana nanti. Mereka menunjuk kami karena melihat profil kita dan menurut mereka yang paling layak adalah kita,” kata Khoirul.
Komitmen UMG memperluas akses pendidikan juga tercermin dari perjalanan Ernes Kayame, mahasiswa asal Papua Tengah yang menjadi salah satu lulusan pada wisuda dengan beasiswa penuh.
Ernes, lulusan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), sempat menunda kuliah selama 2 tahun setelah lulus SMA karena keterbatasan ekonomi dan kehilangan kedua orang tua. Kesempatan melanjutkan pendidikan terbuka setelah ia memperoleh beasiswa hingga akhirnya menempuh pendidikan di UMG secara penuh dari semester pertama hingga kedelapan.
Setelah lulus, Ernes berencana kembali ke Papua Tengah untuk berkontribusi di bidang pendidikan, khususnya bagi anak-anak di kampung halamannya yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
“Saya melihat di kampung saya pendidikan cukup rendah. Anak-anak sekolah bahkan ada yang tidak tamat SD. Setelah menerima ijazah ini, rencananya saya pulang sekitar November atau Desember,” ujarnya.
Menurut Ernes, pendidikan menjadi jalan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda di daerah.
“Pesannya bagi anak daerah agar tidak berhenti belajar. Bermimpi dan kejar mimpi itu,” katanya.
Reporter : Azharil Farich

