SURABAYA– Dugaan kasus pembunuhan kembali terjadi di kota Surabaya, kali ini terjadi di Raya Sukomanunggal Jaya 107 Surabaya dengan korban penjaga perkantoran.
Korbannya diketahui bernama, Deki berusia 34 tahun warga Pesapen Surabaya Utara Jawa Timur.
Kompol M. Akhyar Kapolsek Sukomanunggal Surabaya menjelaskan, awal penemuan korban yang bekerja sebagai Satpam tersebut diketahui jika biasanya kalau lepas dinas selalu menaruh seragam Satpamnya di kantor tersebut dan juga diketahui lampunya kok menyala terus tidak dimatikan.
“Karena lampunya nyala terus, lalu temannya mengecek ke tempat musala kecil di situ karena korban ini memang taat sama agama. Dicek enggak ada, kemudian beralih ke pos Security kok didepannya itu ada bercak darah,” jelas Akhiyar, Senin (11/5/2026).
Korban juga terlihat tergeletak didalam pos, lalu kejadian tersebut dilaporkan ke polisi. Setelah petugas datang ke lokasi kejadian, terdapat luka enam tusuk dugaan dengan senjata tajam.
Luka tersebut terdapat di Leher sebelah kanan. Punggung sebelah kiri. Lengan sebelah kiri belakang. Sikut sebelah kiri. Dada sebelah kanan, dan perut sebelah kiri.
“Namun, barang yang diambil, hanya handphone saja, kendaraan milik korban tidak diambil oleh terduga pelakunya,” imbuh Akhiyar.
DUGAAN PELAKUNYA BERAPA ORANG
Sementara itu, untuk dugaan pelakunya, Kapolsek Sukomanunggal menyatakan jika masih dalam penyelidikan. “Kita masih belum belum tahu. Ini motifnya apa juga belum tahu. Karena yang diambil itu hanya handphone,” tambah Akhiyar.
Akhiyar menyebutkan jika itu pencurian, harusnya sepeda motornya diambil sekalian. Dugaannya terdapat motif lain, karena hanya HP saja yang diambil, kendaraan dan juga dompet korban aman.
Setelah pelaku melakukan oleh TKP, Inafis menyisir di atas genteng, tidak ada serta di semak-semak, tidak ditemukan senjata tajam. Disekitar lokasi kejadian hingga 10 meter juga tidak ditemukan alat untuk penghabisannya.
Tempat kejadian berupa kantor tersebut juga tidak ada penghuni sudah sekitar 6-5 tahun dan CCTV-nya tidak ada di sekitaran lokasi itu.
“Jika dilihat dari luka korban kelihatannya ada perlawanan, karena nangkis, pakai siku atau lengan,” pungkas Akhiyar.
Jenazah korban sendiri sudah dievakuasi ke RS Bahayangkara Polda Jatim dan Polisi sudah memeriksa saksi sebanyak
5 orang termasuk teman korban dan pelapor.(*)

