DPRD Surabaya Sebut Surabaya Vaganza 2026 Jadi Magnet Wisata dan Penggerak UMKM

Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, Ajeng Wira Wati menilai gelaran Surabaya Vaganza 2026 bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga mampu mendongkrak sektor pariwisata serta menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Surabaya.

Hal itu disampaikan Ajeng usai menghadiri Surabaya Vaganza 2026 pada Sabtu malam (16/5/2026). Menurutnya, event tahunan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 tersebut memiliki daya tarik besar dan berpotensi menjadi ikon wisata unggulan Kota Pahlawan.

“Harapannya program ini benar-benar bisa menjadi prioritas sebagai pusat wisatawan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung UMKM, dan memperkuat kolaborasi ekonomi kreatif dengan sektor pariwisata maupun hospitality,” ujar Ajeng, yang juga menjabat Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya.

Ia menilai Surabaya Vaganza yang telah dikenal secara nasional perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan, mulai dari penataan kawasan acara hingga infrastruktur penunjang.

Menurutnya, akses transportasi, pengaturan kepadatan pengunjung, serta kenyamanan masyarakat saat menikmati acara menjadi faktor penting agar Surabaya semakin dikenal sebagai kota wisata yang modern dan berkelas.

“Surabaya Vaganza ini sudah menjadi tradisi Hari Jadi Kota Surabaya. Ke depan harus terus dievaluasi dan ditingkatkan, baik dari konsep maupun penyesuaian kondisi seperti cuaca dan kepadatan pengunjung,” katanya.

Selain menjadi hiburan gratis bagi masyarakat, Ajeng juga menyoroti pentingnya keterlibatan pelaku UMKM dalam setiap event besar yang digelar Pemerintah Kota Surabaya.

Ia menegaskan, keberadaan UMKM harus menjadi bagian utama dari perputaran ekonomi dalam setiap kegiatan pariwisata dan hiburan rakyat.
“Ini hiburan gratis untuk masyarakat tanpa terkecuali, tetapi juga harus menjadi ruang bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelasnya.

Ajeng berharap penataan lokasi UMKM pada penyelenggaraan berikutnya dapat dibuat lebih tertata dan terintegrasi dengan area acara, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati parade budaya dan hiburan, tetapi juga dapat membeli berbagai produk lokal khas Surabaya.

Tak hanya terpusat di kawasan Balai Pemuda, ia juga mendorong agar event serupa dapat digelar di berbagai wilayah Surabaya guna melahirkan ikon-ikon baru di setiap kawasan.

“Harapannya nanti di wilayah-wilayah lain juga ada pagelaran atau event yang bisa menjadi tradisi dan ikon baru Surabaya selain Surabaya Vaganza,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *