SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Rencana Pemerintah Kota Surabaya mengintegrasikan data rekam medis warga ke dalam sistem digital mendapat perhatian dari anggota Komisi D DPRD Surabaya, Zuhrotul Mar’ah.
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi langkah maju dalam peningkatan layanan kesehatan, asalkan dilakukan dengan perencanaan matang dan mengutamakan perlindungan data pribadi masyarakat.
Zuhrotul menilai integrasi data rekam medis berpotensi mempermudah akses layanan kesehatan bagi warga. Dengan sistem yang terhubung, riwayat kesehatan pasien dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan medis menjadi lebih efektif.
“Ini bisa menjadi terobosan positif untuk pelayanan publik, terutama sektor kesehatan. Warga akan lebih mudah mendapatkan layanan karena data sudah terintegrasi,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Namun demikian, ia mengingatkan agar Pemkot Surabaya memastikan keamanan sistem digital yang digunakan. Menurutnya, data rekam medis merupakan informasi sensitif yang harus dijaga kerahasiaannya.
“Jangan sampai ada kebocoran data atau penyalahgunaan informasi pribadi warga. Sistem keamanan siber harus benar-benar kuat,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung agar implementasi program berjalan optimal.
Sosialisasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar warga memahami manfaat serta mekanisme penggunaan sistem tersebut.
Komisi D DPRD Surabaya, lanjut Zuhrotul, akan terus mengawal kebijakan tersebut agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memberi kemudahan bagi masyarakat Surabaya.

