Peran Duta Parlemen Muda Bangun Demokrasi Sehat, Ini Pesan Lia Istifhama untuk Generasi Muda

Surabaya ( Kabarjawatimur.com) — Pelantikan Duta Parlemen Muda Indonesia tingkat kabupaten/kota se Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda sebagai pilar demokrasi masa depan.

Ribuan kandidat telah melalui proses seleksi, hingga akhirnya terpilih sosok-sosok muda yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika politik saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyampaikan pesan mendalam yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan demokrasi yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.

Pesan Lia Istifhama: Demokrasi Butuh Pemikiran Kritis yang Konstruktif

Dalam petikan wawancara, Lia Istifhama menegaskan bahwa para Duta Parlemen Muda merupakan representasi dari ribuan generasi muda yang memiliki potensi besar.

“Kalian terpilih dari ribuan kandidat. Artinya, kalian adalah bagian dari generasi yang diharapkan mampu mendukung keberlanjutan demokrasi tanpa membangun pemikiran yang kontradiktif terhadap kritik generasi muda. Justru, kecerdasan membaca realitas isu terkini harus menjadi kekuatan utama,” tutur Politisi muda, Lia, pada Senin (27/04).

Ia menekankan bahwa kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, namun harus dibangun secara konstruktif, bukan destruktif. Generasi muda diharapkan mampu menjadi penyeimbang yang objektif dan solutif.

Membangun Kesepahaman di Tengah Perbedaan

Lebih lanjut, Lia Istifhama mengajak generasi muda untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber konflik.

“Kita perlu membangun kesepahaman di tengah perbedaan, serta menguatkan pendidikan politik yang persuasif demi keberlanjutan demokrasi,” tambahnya.

Pendekatan persuasif dalam pendidikan politik dinilai menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat tanpa memicu polarisasi.

Nilai Keislaman dalam Praktik Politik yang Sehat

Dalam pandangannya, Lia Istifhama juga mengaitkan peran generasi muda dengan nilai-nilai keislaman yang universal.

“Islam rahmatan lil’alamin mengajarkan bahwa setiap umat memiliki tanggung jawab kekhalifahan. Ini harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang sehat, tepat, dan penuh keyakinan,” jelasnya.

Konsep ini menekankan bahwa setiap individu memiliki peran strategis dalam menciptakan kebaikan bersama, termasuk dalam ranah politik.

Optimisme dalam Setiap Ikhtiar

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dan keyakinan dalam setiap langkah positif yang diambil generasi muda.

“Setiap ikhtiar positif pasti memiliki masa panen. Termasuk dalam proses politik yang dijalani dengan niat baik dan cara yang benar,” tegas Lia.

Pesan ini menjadi dorongan moral agar generasi muda tidak mudah pesimis dalam menghadapi tantangan politik yang kompleks.

Peran Strategis Duta Parlemen Muda

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Para Duta Parlemen Muda diharapkan mampu: Menjadi jembatan aspirasi masyarakat, Mengedukasi publik tentang politik yang sehat, Menghadirkan narasi positif dalam ruang demokrasi dan Mendorong partisipasi aktif generasi muda.

Dengan bekal pemahaman politik yang matang dan nilai moral yang kuat, mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan yang berkelanjutan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *