Kwarcab Surabaya Klarifikasi Tudingan Pungli: Tidak Ada Tarikan ke Siswa


Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Siti Maryam, membantah tegas tudingan adanya pungutan liar dalam program Pramuka Garuda maupun kegiatan pemecahan rekor MURI yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni mendatang.


Siti Maryam akrab disapa Uti menegaskan, tidak ada pungutan apa pun yang dibebankan kepada peserta didik, baik oleh Kwarcab, sekolah, maupun Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Untuk kebutuhan atribut seperti Tanda Kecakapan Khusus (TKK) dan Syarat Kecakapan Umum (SKU), orang tua diminta membeli secara mandiri.


“Pramuka itu tidak ada pungutan sama sekali. Kalau atribut, orang tua bisa beli sendiri, sekarang sudah banyak secara online atau di Pasar Turi. Pembina juga saya instruksikan jangan menerima apa pun,” ujar Uti Maryam, Kamis (23/4/2026).


Ia juga memastikan proses menuju Pramuka Garuda merupakan hak siswa yang harus difasilitasi tanpa tambahan biaya. Menurutnya, tidak boleh ada penarikan dana sekecil apa pun dari murid.


Menanggapi isu bahwa pungutan digunakan untuk membiayai pemecahan rekor MURI, Maryam menegaskan dana kegiatan tersebut berasal dari uang pribadinya sebagai bentuk pengabdian.


“Untuk MURI ini saya pakai uang pribadi. Ini bentuk Amar Ma’ruf saya di usia 64 tahun. Saya ingin memberi kenang-kenangan dan membentengi generasi muda Surabaya lewat inovasi Pramuka,” katanya.


Sementara itu, untuk kegiatan besar lain seperti Jambore Cabang dan Lomba Tingkat (LT), Maryam menjelaskan pendanaan dilakukan melalui mekanisme resmi dengan pengajuan proposal kepada Disbudporapar maupun Dinas Pendidikan Surabaya.


Menurutnya, seluruh penggunaan anggaran negara dipertanggungjawabkan secara transparan melalui monitoring, dokumentasi kegiatan, dan laporan resmi.


Rencana pemecahan rekor MURI tersebut akan melibatkan sekitar 65.000 peserta, menyesuaikan peringatan HUT Pramuka ke-65. Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat kepramukaan di kalangan pelajar.


“Pramuka harus inovatif. Kalau diam, idealisme Pramuka bisa hilang tergerus zaman. Kami ingin membentengi anak-anak dari narkoba dan pergaulan bebas,” tuturnya.

Uti Maryam juga menyayangkan adanya pihak yang menyebarkan isu negatif tanpa melakukan konfirmasi langsung. Ia berharap seluruh anggota Pramuka tetap memegang teguh nilai Dasadharma, terutama kejujuran dalam perkataan dan tindakan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *