SURABAYA,(Kabarjawatimur.com)-
Menghadiri perayaan syukuran dengan menyantap hidangan hajatan, di Jalan Sido Kapasan, Surabaya, Jawa Timur belasan warga justru harus tumbang dan berurusan dengan tim medis akibat keracunan massal.
Peristiwa ini bermula saat warga menyantap nasi kotak berisi menu ayam, telur, dan mie pada Selasa (31/03/2026). Namun, efek dari hidangan tersebut tidak langsung dirasakan saat itu juga.
Gejala Muncul Keesokan Harinya
Salah satu korban keracunan, Muhammad Imron Rosidi, menceritakan bahwa gejala mulai muncul pada pagi hari berikutnya. Ia mengalami pusing hebat hingga kesulitan untuk menggerakkan anggota tubuh.
”Sejak pagi saya sudah mulai pusing, besoknya tanggal satu itu. Sulit untuk gerak, sakit banget. Baru setelah itu diare, (yang keluar) air semua. Ada ponakan saya sampai buang air besar darah,” jelas Imron pada Sabtu (04/04/2026).
Hal serupa dialami oleh Syamsuri, warga lainnya. Ia sempat mencoba melakukan pertolongan pertama secara mandiri namun kondisi tubuhnya tetap menurun.
”Pengobatan mandiri dengan meminum air kelapa hijau, tapi saya tetap merasa mual serta diare,” katanya.
Data Korban dan Penanganan Medis
Berdasarkan data dari Command Center 112 Surabaya, total terdapat 15 warga yang teridentifikasi mengalami gejala keracunan serupa. Serangan medis ini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak.
Komandan Kompi B BPBD Kota Surabaya, Tito Sumarsono, mengonfirmasi bahwa laporan masuk ke pihak berwenang pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
“Kami terima informasi adanya warga keracunan di Sido Kapasan. Informasi dari RT ada 15 orang; 3 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara 12 lainnya menjalani rawat jalan,” terang Tito.
Diketahui, hingga Sabtu (4/4) siang, suasana di kawasan Sido Kapasan masih dalam pantauan petugas. Satu orang warga yang kondisinya terpantau masih sangat lemas dan terpaksa dilarikan ke puskesmas menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan darurat.
Pihak terkait kini tengah melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal ini. Sampel makanan dari hajatan tersebut diduga menjadi pemicu utama dan akan dilakukan uji laboratorium.(*)

