Aktivis Bongkar Dugaan Permainan BBM Subsidi di SPBU Sumenep

SUMENEP (Kabarjawatimur.com) — Aksi nekat seorang aktivis muda mengguncang SPBU Gedungan, Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep.

Di tengah gelapnya dini hari, Jumat (5/12/2025), Tolak Amir mendatangi Polres Sumenep untuk melaporkan dugaan praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang diduga dilakukan secara terang-terangan.

Laporan itu telah teregistrasi dalam STTLPM/230/SATRESKRIM/XII/2025/SPKT/POLRES SUMENEP, menandai dibukanya pintu penyelidikan terhadap dugaan “permainan BBM subsidi” yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Amir mengaku melihat sendiri aktivitas mencurigakan sekitar pukul 03.37 WIB.

Sebuah mobil pick-up Carry putih didapati mengisi solar subsidi menggunakan jeriken-jeriken yang diletakkan begitu saja di area pengisian.

Bukan pemandangan baru, namun pola itu identik dengan praktik penimbunan atau distribusi ilegal yang kerap luput dari pengawasan.

“Saya tanya surat rekomendasinya, sopirnya pucat. Tidak bisa menunjukkan apa-apa,” ujar Amir.

Situasi kian ganjil ketika sopir disebut-sebut mencoba meminta surat rekomendasi kepada operator SPBU, namun petugas justru tampak kebingungan dan tidak mampu memberikan dokumen apa pun.

Tak ingin kecolongan, mantan Presiden Mahasiswa di salah satu kampus di ujung timur Madura itu langsung merekam aktivitas tersebut untuk dijadikan bukti.

Rekaman itu kini resmi berada di tangan penyidik Polres Sumenep.

Amir menduga praktik penyelewengan solar subsidi ini melibatkan lebih dari sekadar sopir, dan tidak menutup kemungkinan menyeret oknum tertentu di lingkungan SPBU.

KA SPKT Polres Sumenep, IPDA Saini, membenarkan adanya laporan dan memastikan tahapan penyelidikan akan berjalan sesuai prosedur.

Satreskrim Polres Sumenep kini tengah mengurai dugaan keterlibatan berbagai pihak dalam aktivitas yang dinilai merugikan masyarakat itu.

Di Sumenep, dugaan penyimpangan BBM subsidi bukan isu baru. Modus pengisian menggunakan jeriken, kendaraan bodong, hingga manipulasi dokumen kerap muncul dan membuat distribusi BBM subsidi jauh dari sasaran.

Publik berharap laporan kali ini menjadi momentum bagi aparat untuk menindak tegas jaringan yang selama ini diduga menikmati solar subsidi secara ilegal. Dampaknya nyata masyarakat kecil yang berhak membeli BBM subsidi justru kerap kehabisan stok.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *