SURABAYA – Masyarakat Kota Surabaya diimbau lebih selektif saat membeli daging sapi untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Pemilihan tempat pembelian dinilai penting untuk memastikan daging yang dikonsumsi memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Imbauan tersebut disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda. Masyarakat disarankan membeli daging di Pasar Daging Arimbi maupun lapak pedagang yang telah menjadi Mitra RPH Surabaya.
Direktur Utama RPH Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho mengatakan, daging yang berasal dari proses pemotongan di RPH Surabaya telah melalui prosedur yang memperhatikan aspek keamanan dan kualitas.
“Kami berharap masyarakat memilih dan membeli daging sapi di Pasar Daging Arimbi atau di lapak-lapak yang memiliki papan Mitra RPH Surabaya. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan daging hasil pemotongan RPH Surabaya yang terjamin aman, sehat, utuh, dan halal,” kata Fajar, Senin (28/9/2026).
Menurut Fajar, papan bertuliskan Mitra RPH Surabaya dapat menjadi penanda bagi konsumen saat memilih pedagang daging. Saat ini, sekitar 300 papan Mitra RPH Surabaya telah terpasang di sejumlah pasar tradisional di Kota Pahlawan.
Di antaranya terdapat di Pasar Pucang, Pasar Genteng, Pasar Tambahrejo, Pasar Pabean, Pasar Wonokromo, Pasar Balongsari, serta sejumlah pasar tradisional lainnya.
Selain lapak mitra, Fajar menyebut Pasar Daging Arimbi di kawasan Pegirian menjadi salah satu sentra penjualan daging sapi di Surabaya. Mayoritas daging yang dipasarkan di lokasi tersebut merupakan hasil pemotongan RPH Surabaya.
“Kalau masyarakat ingin mendapatkan daging dengan kualitas yang terjamin sekaligus harga yang kompetitif, Pasar Daging Arimbi bisa menjadi pilihan. Di sana, daging yang dijual merupakan daging hasil pemotongan RPH Surabaya,” ujarnya.
Fajar mengatakan, RPH Surabaya juga berupaya menjaga agar harga daging tetap terjangkau bagi masyarakat. Namun, pergerakan harga daging tidak terlepas dari kenaikan harga sapi hidup.
Saat ini, harga daging sapi kelas satu di Pasar Daging Arimbi berada di kisaran Rp135.000 per kilogram.
“Memang harga sapi hidup saat ini mengalami kenaikan sehingga berpengaruh terhadap harga daging. Namun, di Pasar Daging Arimbi kami memastikan masyarakat memiliki pilihan untuk mendapatkan daging dengan harga yang relatif terkendali dan kualitas yang terjamin,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat perlu memperhatikan asal-usul daging sebelum membeli. Salah satunya dengan memastikan daging berasal dari tempat pemotongan yang memenuhi ketentuan serta dijual melalui pedagang yang menjadi mitra resmi.
“Yang paling penting adalah masyarakat mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk membeli daging di Pasar Daging Arimbi atau di lapak-lapak yang memiliki papan Mitra RPH Surabaya,” pungkas Fajar.

