DPRD Surabaya Minta BRIDA Tancap Gas, Pastikan APBD Tepat Sasaran dan Proyek Berdampak Jangka Panjang

SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menaruh harapan besar terhadap Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya yang kini resmi berdiri sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mandiri. Menurutnya, pemisahan BRIDA dari Bappedalitbang harus menjadi momentum untuk memperkuat peran riset dalam mendukung kebijakan pembangunan dan memastikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran.

Achmad menegaskan, BRIDA tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penelitian, tetapi juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan rekomendasi berbasis data terhadap setiap program pembangunan yang dijalankan Pemkot Surabaya.

“Harapannya BRIDA setelah lepas dari Bappedalitbang ini bisa berdiri sendiri dan memberikan kontribusi maksimal kepada Pemerintah Kota Surabaya. Seluruh penggunaan anggaran Pemkot harus benar-benar tepat, efektif, dan efisien,” ujar Achmad, Rabu (15/7/2026).

Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya itu menilai peran BRIDA akan sangat penting dalam mengawal proyek-proyek pembangunan strategis, khususnya sektor infrastruktur yang selama ini menjadi salah satu bidang dengan alokasi anggaran terbesar dan menjadi mitra kerja Komisi C DPRD Surabaya.

Menurutnya, setiap proyek yang menggunakan dana publik harus didahului dengan kajian ilmiah yang komprehensif. BRIDA diharapkan mampu mengukur tingkat kelayakan proyek, efektivitas pelaksanaan, hingga masa manfaat ekonomis yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Nah ini peran vital BRIDA dalam melakukan riset terkait proyek-proyek pembangunan yang strategis di Kota Surabaya, khususnya terkait dengan Komisi C yang memang penggunaan anggarannya sangat tinggi. Di situ harus ada kajian riset sejauh mana efektivitas maupun masa ekonomis suatu proyek dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Achmad juga mengingatkan agar pembangunan di Surabaya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek fisik semata, tetapi harus memberikan manfaat yang berkelanjutan. Ia menilai pembangunan dengan nilai investasi besar tidak boleh hanya memberi dampak sesaat.

“Jangan sampai pembangunan yang mengeluarkan uang rakyat sangat besar itu hanya dapat dinikmati dalam kurun waktu satu, dua, atau tiga tahun saja. Pembangunan harus memiliki keberlanjutan manfaat yang lebih panjang serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran BRIDA sebagai OPD mandiri mampu memperkuat kualitas perencanaan pembangunan di Kota Surabaya melalui riset yang objektif, sehingga setiap kebijakan dan proyek yang dibiayai APBD benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *