Surabaya ( Kabarjawatimur.com) — Upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui audiensi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur yang digelar pada Rabu (6/5), dalam rangka pembaruan sekaligus perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (MoU).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam aspek karakter dan ketahanan keluarga.
“Program-program dari BKKBN seperti Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda tentang peran keluarga. Ini menjadi pelengkap yang sangat relevan dalam dunia pendidikan,” ujar Aries.
Kerja sama ini mencakup penguatan implementasi berbagai program kependudukan di lingkungan sekolah, termasuk edukasi terkait perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta penguatan nilai-nilai keluarga dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Aries juga menekankan komitmen penuh Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk BKKBN, dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai sosial, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki ketahanan keluarga yang kuat dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa,” tambahnya.
Melalui perpanjangan kerja sama ini, kedua pihak optimistis bahwa sinergi antara sektor pendidikan dan kependudukan dapat semakin memperkuat fondasi pembangunan manusia di Jawa Timur secara berkelanjutan.

