SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 dimanfaatkan anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, untuk mengulas kinerja Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi selama setahun terakhir. Ia mengapresiasi sejumlah capaian yang telah diraih, namun juga mengingatkan masih adanya pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan.
Menurutnya, berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Surabaya telah menunjukkan capaian yang cukup positif. Ia pun berharap hasil tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan.
“Banyak capaian yang sudah diraih oleh Pemkot Surabaya, ini tentu harus dijaga dan ditingkatkan ke depannya,” ujar Cahyo, Senin (04/05/2026).
Ia menilai, sektor kesejahteraan masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan secara umum sudah berjalan dengan baik. Meski begitu, masih ada sejumlah persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian serius.
Salah satu yang disorot adalah isu kemiskinan dan pengangguran yang dinilai masih membutuhkan langkah konkret.
“Persoalan kemiskinan dan pengangguran ini menjadi atensi bersama. Harus ada solusi yang tepat untuk masyarakat Surabaya,” tegasnya.
Selain itu, Cahyo juga menyinggung penanganan pedagang kaki lima (PKL). Ia menekankan agar penertiban dilakukan secara humanis dan disertai solusi yang jelas agar para pedagang tetap bisa mencari nafkah.
“Penertiban harus diimbangi dengan solusi, sehingga mereka tetap bisa tertib tanpa kehilangan penghasilan,” katanya.
Ia juga berharap polemik terkait juru parkir dapat segera diselesaikan dengan pendekatan yang bijak. Menurutnya, keberadaan juru parkir merupakan bagian dari ekosistem kota yang perlu ditata dengan baik.
“Juru parkir ini bagian dari kota, tinggal bagaimana dioptimalkan dan ditertibkan agar lebih baik,” ujarnya.
Dalam hal pengelolaan sampah, Cahyo menekankan pentingnya penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengatasi persoalan tersebut.
“Penanganan sampah tidak bisa parsial. Mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, hingga sektor lainnya harus bergerak bersama,” jelasnya.
Di sisi lain, ia mengapresiasi upaya Pemkot dalam mengurangi kemacetan dan banjir. Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan dan kinerja Dinas Perhubungan mulai menunjukkan hasil yang signifikan.
“Beberapa titik kemacetan sudah mulai terurai, didukung perbaikan jalan dan penataan lalu lintas,” ungkapnya.
Dari sektor ekonomi, Cahyo mendorong penguatan UMKM melalui pendampingan berkelanjutan serta keterlibatan aktif dalam berbagai event kota, termasuk HJKS.
“Momentum HJKS harus punya dampak nyata, terutama bagi UMKM. Jangan sekadar seremoni, tapi ada legacy yang dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Ia pun berharap peringatan HJKS ke-733 menjadi pemicu bagi Surabaya untuk terus berkembang menjadi kota yang lebih maju dan sejahtera.
“Semoga Surabaya semakin baik, menjadi kota dunia yang mampu memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi warganya,” pungkasnya.

